pangan

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai diversifikasi pangan untuk menjaga ketahanan pangan

Ketahanan Pangan Indonesia

Diversifikasi Pangan

pangan
pixabay.com

Baca juga: Strategi Mempertahankan Kekuatan Ketahanan Pangan

Beras atau nasi sudah sangat melekat sebagai makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, bahkan beberapa orang beranggapan apabila belum makan nasi berarti belum makan.

Hal ini menyebabkan masyarakat Indonesia sangat bergantung pada beras, berdasarkan data pola konsumsi menunjukkan bahwa beras atau nasi masih mendominasi.

Porsi menu konsumsi masyarakat hingga 60%, idealnya maksimal 50% agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aktif, dan produktif.

Kementerian Pertanian mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi sumber pangan lokal, dan mengajak masyarakat agar mengubah pola pikir.

Bahwa beras/nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat, karena masih banyak sumber pangan lokal seperti umbian, sukun, jagung, sagu dan lainnya yang nilai gizinya setara dengan beras.

Hal ini bisa dikatakan sebagai diservikasi pangan dimana merupakan upaya mendorong masyarakat  agar  memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsi sehingga tidak terfokus pada satu jenis saja.

Konsep  diversifikasi  hanya  terbatas   pangan   pokok,   sehingga diversifikasi konsumsi pangan diartikan sebagai pengurangan konsumsi beras yang dikompensasi oleh penambahan konsumsi bahan pangan non beras.

Tujuan Diversifikasi Pangan

pangan
pixabay.com

Baca juga : Potensi Daerah Membangkitkan Keterpurukan Ekonomi

Program diversifikasi pangan bertujuan untuk menggali dan meningkatkan penyediaan berbagai komoditas pangan sehingga terjadi penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain dengan meningkatkan usaha diversifikasi secara horizontal melalui pemanfaatan sumber daya yang beraneka ragam dan diversifikasi vertikal

Melalui pengembangan berbagai hasil olahan pertanian serta diversifikasi regional melalui upaya penganekaragaman produk yang dihasilkan untuk dikonsumsi berdasarkan potensi pangan lokal.

Perubahan pola konsumsi yang  sudah berjalan akan  menimbulkan gerakan ekonomi baru dan terus berkembang pada produksi dan pengolahan komoditas lokal selain beras.

Sekaligus berpotensi menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.  Beberapa komoditas lokal yang berpotensi mengkonversi beras adalah sagu, singkong, aneka umbi, jagung dan sorgum.

Apabila komoditas lokal ini termanfaatkan secara maksimal akan memberikan kontribusi positif untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Diversifikasi akan dimulai dari pengolahan.  Bila itu sudah diterima masyarakat, maka tinggal pengembangan produknya. Agar harga pangan lokal lebih terjangkau.


Itulah informasi mengenai gerakan diversifikasi pangan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Menjaga Ketahanan Pangan Disaat Pandemi Covid-19

Sumber: Kementrian Pertanian

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.