Menjaga Stok Beras Disaat Pandemi Covid-19

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai menjaga ketahanan pangan Indonesia

Ketahanan Pangan

Ketahanan Pangan Saat Pandemi

beras
pixabay.com

Baca juga: Ekspor Subsektor Peternakan Mengalami Perbaikan Saat Pandemi

Ketahanan pangan merupakan pilar utama stabilitas nasional.

Beras merupakan komponen terpenting ketahanan pangan, maka beras dapat menganggu stabilitas nasional yang diyakini sebagai peran terkuat untuk mempengaruhi kebijakan impor beras tersebut.

Perubahan yang terjadi di masa pandemi ini memang tidak hanya pada sektor ekonomi. Ada berbagai sektor yang ikut terdampak seperti pariwisata, pendidikan, dan salah satu sektor yang krusial adalah pertanian.

Di tengah imbauan untuk tetap jaga jarak dan tetap di rumah, kebutuhan akan pangan menjadi sesuatu yang tidak dapat ditunda, sehingga menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi menjadi tantangan tersendiri.

Strategi agar ketersediaan pangan tetap terjamin telah banyak dilakukan, diantaranya kampanye mengurangi konsumsi beras.

Menjamin lahan pertanian pangan berkelanjutan dari konversi, dan meningkatkan produktivitas dan produksi beras nasional.

Upaya mempertahankan produksi beras salah satunya adalah dengan membuat undang-undang perlindungan lahan pertanian pangan berkelajutan.  Mengingat alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian berkisar 50-60 ribu ha per tahun.

Bahkan, data Badan Pertanahan Nasional (BPN) lebih fantastis. Alih fungsi lahan pertanian beririgasi untuk tujuan non-pertanian dan mendapat izin prinsip dari BPN mencapai luas 3 juta ha pada tahun 2009.

Sementara, usaha pencetakan sawah baru kemampuannya hanya 20 – 40 ribu ha per tahun.

Jadi, strategi ini belum efektif, karena baru sedikit kabupaten/kota yang telah menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan secara rinci dalam tata ruang wilayah kabupaten/kota dalam bentuk Peraturan Daerah.

Swasembada Beras

beras
pixabay.com

Baca juga: Kebangkitan Sektor Pertanian Dengan Cara Modern

Mengingat pertumbuhan penduduk, maka untuk menjaga kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan seharusnya peningkatan produktivitas dan/atau produksi beras terjamin.

Jika produktivitas lahan persatuan luas tetap, maka luas lahan pertanian untuk produksi beras harus meningkat.

Lahan yang dapat dimanfaatkan untuk produksi beras di masa yang akan ating adalah lahan sub optimal.

Lahan sub optimal ini  berupa lahan rawa seperti tanah gambut, tanah mineral, dan rawa lebak dan lahan kering yang terdapat baik di luar kawasan hutan maupun dalam kawasan hutan.

Untuk mencapai swasembada beras dimasa yang akan datang, perluasan lahan pertanian sangat diperlukan.

Lahan yang dapat dimafaatkan adalah lahan sub optimal khususnya lahan rawa yang juga diperuntukkan untuk pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, pemanfaatan lahan rawa yang berasal dari pelepasan kawasan hutan harus menjadi bagian perlindungan lahan pertanian pangan berkelajutan.

Untuk itu diperlukan suatu kebijakan (Undang-undang) yang melarang konversi lahan pertanian padi yang berasal dari pelepasan lahan  hutan atau areal pencetakan sawah di luar kawasan hutan menjadi lahan pertanian lainnya.

Selain itu juga diperlukan kebijakan rasio yang diperkenankan antara luas wilayah rawa di suatu daerah dengan luas maksimum yang dapat diberikan izin oleh Kepala Daerah.

Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas bahan pangan ditunjukkan dengan memastikan ketersediaan stok bahan pangan untuk tiga sampai empat bulan ke depan.


Itulah informasi mengenai menjaga ketahanan pangan saat masa krisis. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Pengembangan Inovasi Tanaman Jeruk Saat Pandemi

Sumber: Dewan Riset Nasional

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.