kenaikan harga

Mau tau informasi mengenai harga bawang putih yang terus meningkat? Berikut Pak Tani Dgital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Harga Bawang Putih

Kenaikan Harga Bawang Putih yang Signifikan

kenaikan harga
radarkediri.com

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Impor Hewan Melata Diperketat

Belakangan terakhir ini harga bawang putih menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan. Beberapa pasar besar seperti Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur melambung dari harga normal Rp 26.000/kg menjadi Rp 70.000/kg.

Selain itu harga bawang putih di pasar besar yang berada  Palangka Raya, Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan dari harga normal Rp 37.000/kg menjadi Rp 60.000/kg.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akhirnya menggelar operasi pasar di Solo untuk menekan harga bawang puti dikarenakan harganya sudah mencapai Rp 80.000/kg di sejumlah daerah di Indonesia.

Dengan kedatanganya, pemerintah akan bertindak pada harga pangan yang berubah terlalu tinggi. Harga bawang putih saat ini seharusnya di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu/kg.

Pemerintah juga memastikan stok bawang saat ini masih aman hingga bulan maret. Masih ada cadangan stok impor tahun lalu.

Maka akan diperkirakan petani bawang Indonesia akan panen pada akhir Februari dengan kuantitas mencapai 50 ribu ton.

Penyebab Kenaikan Harga

kenaikan harga
merdeka.com

Baca juga: Kunyit Ponorogo Siap Untuk di Ekspor ke India

Sebenarnya tidak ada kelangkaan bawang putih, hanya saja kepanikan masyarakat akan kenaikna harga yang begitu signifikan.

selain itu, kemungkinan beberapa supplier dan distributor memperlambat suplai sehingga seakan-akan bawang putuh terjadi kelangkaan.

Hal ini dibuktikan ketika tim Satgas Pangan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak), menemukan penimbunan 150 ton bawang putih di sebuah gudang importir di Karawang Timur yang seharusnya didistribusikan sejak november 2019.

Banyak pihak yang mengharapkan harga bawang putih dapat turun, 90 prsen pasokan bawnag putih berasal dari China namun adanya wabah virus corona.

Yang menyebabkan keterlambatan produksi yang menyebabkan harga pangan di Indonesia meningkat.

Produksi bawang putih dalam negeri baru mencapai 85.000 ton per tahun atau sekitar 10 persen dari kebutuhan nasional, sedangkan 90 persennya harus dipenuhi lewat impor.

Kenaikan harga pangan menyebabkan penurunan daya beli masyarakat dan dapat memperlambat perkembangan konsumsi ekonomi nasional.

Pemerintah telah menerbitkan izin Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk bawang putih sebesar 103.000 ton dari China.

Penerbitan izin impor ini dilakukan karena stok bawang putih di dalam negeri kian menipis, yakni 70.000 ton. Stok tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai pertengahan Maret mendatang.


Itulah informasi mengenai kenaikan harga bawang putih. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Gorontalo Siap Lepas Hasil Pertanian Untuk di Ekspor

Sumber: Detik.com dan Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.