Ingin Coba Ternak Kroto? Ini Dia Cara Mudahnya

Ingin tahu bagaimana cara mudah ternak kroto? PTD akan membagikannya pada artikel berikut.

Budidaya kroto mungkin suatu hal yang tabu bagi para pemula. Karena memang jarang sekali orang yang membudiyakan kroto. Namun, di era global ini budidaya bisa dijadikan ladang usaha di bidang peternakan.

Meskipun cara budidaya kroto ini masih sangat asing di kalangan masyarakat umum, namun para pengusaha sukses yang dapat melihat peluang ini mulai menekuni budidaya kroto.

Budidaya Ternak Kroto

Budidaya kroto bisa dilakukan dengan dua cara yaitu beternak bibit kroto dari alam dan dari budidaya. Beternak dari alam dengan cara mengambil beberapa bibit kroto langsung untuk kemudian dibudidayakan.

Sedangkan beternak kroto dengan budidaya dilakukan dengan cara membeli bibit kroto dari peternak lain. Berikut kami jelaskan cara mudah beternak kroto bagi pemula:

Media Beternak Kroto

1. Media Toples

Pertama beternak kroto dengan media toples. Toples banyak digunakan oleh peternak kroto sebagai media ternak, fungsinya sebagai rumah kroto. Penggunaan media ini memiliki kekurangan dan kelebihan sebagai berikut.

Kelebihan:

  1. Toples mudah didapatkan dan harganya relatif murah,
  2. Proses panennya lebih mudah
  3. Bisa mengamati perkembangan kroto dengan mudah karena sifat toples yang transparan.

Kekurangan:

Kekurangaan dari beternak kroto menggunakan media toples ini yaitu wadahnya yang terbatas membuat toples menjadi cepat penuh.

media toples
brilicious.brilio.not

Baca Juga: Cara Panen Kroto yang Tepat Agar Hasilnya Maksimal

2. Media Besek

Beternak kroto dengan menggunakan media besek hampir sama dengan menggunakan media toples. Perbedaannya hanya kapasitas ruangnya saja, media besek lebih luas daripada media toples. Berikut kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan:

  1. Meiliki tempat yang luas
  2. Tidak mudah rusak, karena terbuat dari bahan alami
  3. Kelembaban dan suhu yang optimal

Kekurangan:

  1. Harga media besek relatif mahal
  2. Sulit didapatkan karena sangat terbatas
  3. Tidak bisa mengamati perkembangan kroto

3. Media Paralon

Paralon juga bisa digunakan sebagai media beternak kroto. Media ini sudah banyak digunakan oleh peternak kroto, karena media paralon adalah satu inovasi dari media toples dan besek.

Berikut kelebihan dan kekurangan menggunakan media paralon.

Kelebihan:

  1. Paralon sangat mudah didapatkan
  2. lebih rapih dari media yang lain
  3. Lebih awet
  4. Lebih banyak menampung bibit

Kekurangan:

  1. Sulit melakukan panen
  2. Lebih susah mengamati perkembangan kroto

Baca Juga: Cara Mudah Budidaya Keong Mas, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

4. Media Kardus

Mungkin beternak kroto menggunakan kardus ini terdengar sangat aneh, tetapi media ini sudah banyak digunakan peternak kroto sebagai media budidaya. Berikut kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:

  1. Kardus sangat mudah didapatkan bahkan tanpa membeli dari orang lain
  2. Ukurannya yang variatif

Kekurangan:

  1. Tidak bisa memantau perkembangan kroto
  2. Sulit melakukan pemanenan

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ternak Kroto

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beternak kroto bagi pemula, diantaranya:

1. Lingkungan

Lingkungan yang baik untuk beternak kroto:

  1. Cahaya yang redup
  2. Sirkulasi udara yang baik
  3. Suhu udara 26-30℃, dan kelembaban 60-72%

2. Kandang Kroto

Kandang yang baik sebaiknya terbuat dari bahan yang berserat. Buatlah kandang yang luas supaya tidak mengganggu sirkulasi udara kroto.

Berikan air di masing-masing kaki kandang untuk keamanan kroto. Agar semut kroto tidak berceceran dilantai saat berusaha kabur dari kandang.

kandang kroto
krotomaniajalancagak.com

3. Makanan Kroto

Usahakan memberi makanan yang baik agar kroto dapat berkembang biak dengan baik.

Makanan yang bisa diberikan kepada kroto sebaiknya makanan yang hidup, yaitu ulat hongkong, jangkrik, ulat pisang, atau belalang. Minuman yang diberikan berupa air gula dengan perbandingan 1:4 (gula:air).


Itulah cara mudah ternak kroto, bagaimana sobat PTD apa kamu tertarik melakukannya? Selamat mencoba.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Ingin Budidaya Cacing Tanah untuk Pakan? Ikuti 5 Tahap Ini

Penulis: Diya Antika

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.