teh gambir

Mau tau informasi daun teh gambir menambah pendapatan petani? berikut Pak Tani Digital akan membagikan mengenai informasi tersebut. Simak ulasannya!

Daun Teh Gambir

teh gambir
matasumbar.com

Baca juga: Upaya Mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Sumatera Barat memiliki satu komoditas pertanian, yaitu getah gambir yang sudah diekspor ke luar negeri. Namun, kondisi harga pasar komoditas ini masih sangat fluktuatif tergantung kondisi pasar.

Sehingga menyebabkan keuntungan petani masih tidak menentu. Namun, daun gambir dapat diolah menjadi teh yang dapat bernilai ekonomi bagi para petani.

Tanaman ini telah dieskpor terutama ke India, Pakistan, Singapura, Thailand dan Malaysia, dengan jumlah terbesar ke India mencapai 12.842 ton.

Ekspor gambir masih dalam bentuk mentah (lumping/asalan), padahal terdapat peluang peningkatan nilai tamban dengan mengolahnya.

Ide inovasi teh ini lahir dari keresahan harga getah yang terlalu fluktuatif. BPTP Badan Litbang Pertanian Sumatera Barat mulai meneliti beberapa bagian pohon gambir yang dapat diolah dan menghasilkan keuntungan bagi petani. Akhirnya, lahirlah inovasi baru ini.

Proses pembuatan teh daun gambir berasal dari daun gambir kering. Pengolahannya dimulai dengan mengurangi senyawa asam katekutanat yang tidak diinginkan.

Caranya, daun gambir dirajang lalu direndam dalam air dingin ± 120 menit dan ditiriskan. Daun kemudian dikeringkan dengan dijemur atau menggunakan oven dengan suhu 40° C.

Daun gambir kering lalu dikemas dalam wadah kedap udara atau dalam karung plastik.Daun gambir kering lalu diproses menjadi teh, yaitu teh celup.

Daun gambir kering digiling kasar lalu dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan ditaburi bunga melati. Setelah didiamkan semalam, bunga melati yang telah layu diambil dan dikeringkan.

Kemudian dicampurkan kembali ke dalam serbuk daun teh gambir.Serbuk campuran daun gambir dan bunga melati ditimbang 2 g lalu dimasukkan ke dalam kantong kertas teh.

Hasil penelitian BB Pascapanen menunjukkan dalam seduhan teh gambir 200 ml terkandung senyawa fenolat 1,14%, pada seduhan 150 ml 1,26%, dan dalam seduhan 100 ml mengandung senyawa fenolat 1,48%. (Sumber: Warta Litbang)

Keuntungan Petani Sumbar

teh gambir
pertanian.com

Baca juga: Kentang Sangkuriang Agrihorti Verietas Baru dari Balitbangtan

Menurut informasi yang dilansir dari laman Kementerian Pertanian Badan Litbang Pertanian, inovasi teh ini sudah terbukti mampu menaikkan keuntungan bagi para petani hingga Rp37.000.000 per hektare per tahun.

Inovasi tersebut sudah dijalankan oleh KWT Sambar dan KWT Simpang Tigo. Kedua industri pengolahan teh tersebut sudah mendapatkan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

Kedua industri tersebut kian berkembang dengan produk olahan menggunakan bahan baku dari pohon gambir. Inovasi ini dibuat oleh para pelaku industri dibuat dalam dua bentuk, yaitu teh celup dan teh botol.

Teh celup merupakan daun gambir yang sudah dikeringkan, lalu dikemas dalam kantung teh sehingga dapat dinikmati oleh konsumen dengan cara diseduh. Sementara, daun gambir yang diolah menjadi teh botol masih menggunakan teknologi sederhana.

Teh daun gambir dijual dengan harga Rp15.000 per kotak. Saat ini kelompok tani tersebut sudah berhasil menjual lebih dari seribu kotak teh celup.

Keuntungan yang bisa didapatkan oleh kelompok tani untuk per 500 kotak teh celup per bulannya mencapai Rp10.000.000. Nominal yang cukup untuk menjadi tambahan keuntungan petani pohon gambir.

Daun gambir mengandung kandungan tannin yang ringan. Jika diolah dengan tepat, dapat menghasilkan aroma serta rasa yang sama dengan teh yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.


Itulah informasi tentang inovasi baru di Sumbar. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Digitalisasi Pasar Tradisonal Siap Hadapi Persaingan

Sumber: Kementrian Pertanian dan BPTP Sumbar

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.