Inovasi Cabai Baru yang Lebih Pedas dari Balitbangtan

Mau tau inovasi cabai dari balitbangtan? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Inovasi Cabai oleh Balitbangtan

Cabai Carvi Agrihorti

cabai
goodnewsfromindonesia.com

Baca juga: Kementan Berhasil Identifikasi Penyakit Yang Menyerang Cabai di Magetan

Kementerian Pertanian kembali menginformasikan inovasi baru dalam dunia pertanian. Dalam kesempatan ini, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) menghadirkan inovasi baru dari tumbuhan cabai.

Upaya Balitbangtan dapat dilihat dari perkembangan metode perakitan varietas unggul baru yang mulai menghasilkan varietas unggul menggunakan bioteknologi.

Teknologi yang digunakan adalah kultur in vitro (selular) dan marka molekular yang aman. Teknologi yang menghasilkan produk rekayasa genetika (PRG) juga tetap digunakan, namun diprioritaskan untuk mengatasi beberapa permasalahan yang sulit diatasi dengan in vitro dan marka.

Perakitan varietas unggul dengan Bioteknologi pun mulai terlihat hasilnya. Saat ini Balitbangtan kini sedang melepas varietas unggul cabai hasil bioteknologi in vitro yang aman hasil kolaborasi dua unit pelaksana teknis (UPT) yaitu BB Biogen dan Balitsa.

Calon varietas tersebut telah menjalani uji tahap akhir dan perbanyakan benih sejak tahun lalu di Kabupaten Cianjur, Bandung Barat dan Garut.

Saat ini pertanaman dapat dilihat di lahan kebun percobaan (KP) Pacet dan lahan petani di Pacet, Kabupaten Cianjur. Cabai hasil bioteknologi tersebut diusulkan diberi nama Carvi Agrihorti.

Kelebihan Cabai Carvi Agrihorti

cabai
technology-indonesia.id

Baca juga: Sudah Tahu 4 Jenis Pupuk Tanaman Cabai Agar Berkualitas Baik?

Menurut Dr Ifa Manzila sebagai pemulianya, cabai Carvi Agrihorti merupakan calon varietas unggul baru yang dirakit dengan bioteknologi selular, memiliki sifat tahan terhadap serangan virus belang cabai dan adaptif di dataran tinggi.

Selain itu potensi hasil cabai yang siap panen pada umur 95 hari ini cukup tinggi, yakni mencapai 23 ton/ha.

Secara morfologi, bentuk cabai yang tidak terlalu besar tapi cukup panjang sekitar 13 centimeter. Kemudian memiliki warna yang cerah dan mengkilap serta ujung cabai runcing serta rasa pedas lebih tinggi dibanding jenis cabai lainnya.

Peneliti lainnya, Redy Gaswanto menerangkan, cabai merah Carvi Agrihorti direkomendasikan ditanam saat musim hujan dibandingkan kemarau agar pertumbuhan tanamannya lebih cepat.

Meskipun buahnya tidak terlalu banyak, tapi dia keras, pejal dan isi benihnya banyak, tentu ini menguntungkan bagi penangkar benih.

Benih cabai Carvi memiliki daya tahan terhadap virus berbahaya selama dua minggu dibandingkan benih cabai lainnya yang memiliki daya tahan hanya sekitar satu minggu. Namun, itu bisa dicapai jika perawatannya dilakukan dengan benar.


Itulah informasi mengenai inovasi cabai baru. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Antisipasi Harga Cabai dan Bawang Akibat Banjir

Sumber: BB Biogen

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.