Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai irigasi menggunakan ponsel

Sistem Irigasi Tetes

Generasi Muda Membuat Inovasi

irigasi
magabay.com

Baca juga: Para Petani Mulai Memproduksi Pupuk Organik

Irigasi memiliki beberapa jenis dan manfaatnya, maka dari itu strategi pengelolaannya pun harus disesuaikan dengan lokasi dan memperhatikan jenis tanaman yang ingin dibudidayakan.

Manfaat dari irigasi adalah untuk memenuhi kebutuhan air pada daerah yang curah hujan rendah, dapat membersihkan tanah dan hama yang seringkali membahayakan bagi tanaman

Memberikan zat-zat yang berguna bagi tumbuhan dan menjaga keseimbangan suhu agar tanaman tumbuh dengan baik.

Salah satu lahan pertanian milik Yance di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Yang membudidayakan tomat, lombok dan beberapa semangka yang ditanam dengan sistem tumpang sari di antara bedeng tanaman tomat yang siap panen.

Awal perjalanan usaha tani pada Oktober tahun 2018 yang berkesempatan mengabdi ilmu pertanian di Universitas Arava International Center of Agriculture Training (AICAT) Israel.

Dari 100 peserta, 30 orang berasal dari NTT dan 51 orang dari Ambon dan Sumatera. Selama 9 bulan di Israel, Yance di ditempatkan di Ein Yahav, wilayah pertanian atau Moshav.

Dengan modal modal 50 juta ia membuka lahan holtikultura pada tahun 2019, namun harus mengalami gagal panen dan modal habis sehingga pinjam uang di bank 25 juta lagi tetapi habis juga.

Beliau menggunakan sistem irigasi tetes yang dipelajari di Israel untuk awal ia membuka usaha, sistem ini dikenal dapat menghemat air dan tenaga tapi butuh investasi cukup besar.

Dengan alat yang sederhana seperti selang, pipa dan pompa air.

Inovasi Teknologi Irigasi

irigasi
magabay.com

Baca juga: Ketahui Berbagai Jenis Irigasi Dan Fungsinya

Yance membeli alat rakitan seorang alumni ITB Bandung melalui internet yang dinamakan modul SMS. Dia gunakan solenoid valve, keran air otomatis untuk dihubungkan ke timer dan internet.

Jaringan selang irigasi tetes dan pipa dihubungkan ke timer dan Wifi serta ventury injector untuk pencampuran pupuk dan melakukan pemupukan, membuat semua pekerjaan jadi lebih mudah.

Modul SMS dan Wifi terang Yance, berfungsi untuk mengontrol pengairan dan pemupukan atau semacam remote control.

Kalau menggunakan Wifi, radiusnya 100 meter  tetapi kalau SMS dimana saja ada sinyal telepon selular bisa mengirim pesan.

Penggunaan irigasi ini akan membuat bagain atas bedeng kelihatan kering tetapi di dalamnya basah dan air serta pupuk diserap akar tanaman.

Tidak terjadi erosi karena airnya meresap ke dalam batang pohon dimana berbeda dengan  menyiram tanaman menggunakan selang ditambah lagi rumput tidak akan banyak tumbuh.

Irigasi tetes keuntungan yang utama adalah penggunaan sumber daya berupa air dan unsur hara tanah secara efektif dan efisien sehingga dapat mengurangi resiko gagal panen.

Dengan inovasi irigasi tetes dan penggunaan teknologi ini maka petani bisa mengukur, dan mendeteksi dari dini kekurangan komponen-kompenen utama dalam pertanian ini.

Namun, dampak penggunaan teknologi ini akan terjadi pengurangan jumlah tenaga kerja dan berdampak pada pendapata para petani.

Selain itu sistem ini dianggap pembuatannya dibutuhkan biaya yang besar dan sulit dijangkau oleh petani kecil.


Itulah informasi mengenai sistem irigasi tetes menggunakan teknologi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Antisipasi Kekeringan Akibat Kemarau Berkepanjangan

Sumber: Mangabay.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.