Ketahui Jenis-Jenis Irigasi dalam Pertanian

Irigasi dalam pertanian merupakan aspek yang cukup penting. Bagi yang belum tahu apa itu irigasi, secara singkat, irigasi bisa diartikan sebagai pengairan, yang berfungsi untuk mengairi lahan pertanian agar tetap subur dan produktif. Irigasi ini sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Nah, apa saja? Berikut ini adalah jenis-jenis irigasi dalam pertanian.

Irigasi Permukaan

Irigasi yang pertama adalah irigasi permukaan, yang dianggap sebagai metode paling kuno dalam pertanian Indonesia. Metode ini juga terbilang paling mudah, yaitu air untuk irigasinya diambil dari sumber air terdekat, seperti sungai atau bahkan waduk (bendungan).

Irigasi PermukaanUntuk bisa mengairi lahan dari sumber air tersebut, digunakan pipa yang cukup panjang. Metode ini mengharuskan posisi sumber air lebih tinggi dari lahan agar airnya bisa mengalir sebagaimana sifat air yang hanya bisa mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Karena itu, lahan yang lebih tinggi jelas lebih dulu mendapatkan asupan air dibandingkan lahan yang lebih rendah.

Baca: 7 Cara Mengelola Pengairan Sawah Saat Kekeringan

Irigasi Bawah Permukaan

Berbeda dengan sebelumnya, pengairan/irigasi bawah permukaan lebih fokus pada air di bawah tanah, seperti namanya. Karena itulah, pipa yang digunakan tidak seperti irigasi permukaan yang berada di atas tanah, namun ditanam di bawah tanah dan menuju langsung ke akar tanaman.

Artinya, air yang dialirkan ini lebih menyasar pada akar tanaman. Dari akar, nantinya air bisa tersalurkan ke semua bagian tanaman secara menyeluruh, dan akar bisa makin kuat.

Irigasi dengan Pancaran

Untuk irigasi yang satu ini terbilang lebih modern dibandingkan 2 irigasi di atas, karena memang baru ditemukan belakangan. Sesuai namanya, irigasi dengan pancaran ini menggunakan alat seperti pancuran yang kemudian menyemburkan air di lahan pertanian.

Irigasi dengan PancaranKarena menggunakan pancaran atau pancuran, maka persebaran airnya bisa lebih menyeluruh layaknya hujan. Namun, tak semua petani bisa menggunakan irigasi jenis ini karena alat pancurnya yang tergolong mahal.

Irigasi Pompa Air

Irigasi jenis ini lebih mengandalkan tenaga mesin. Meski demikian, sumber airnya juga harus bisa diandalkan agar saat musim kemarau, tanamannya tetap bisa disuplai air. Jika saat musim kemarau sumber airnya kering, maka irigasi ini jadi tidak berfungsi. Untuk sumber airnya sendiri, biasanya diambil dari sumur terdekat.

Baca juga: 3 Teknologi Peningkatan Produksi Padi

Irigasi Lokal

Irigasi lokal tak jauh berbeda dengan irigasi permukaan. Yang berbeda hanya daerah distribusi airnya saja. Masih menggunakan pipa untuk mengalirkan air, namun persebaran airnya hanya mengalir di area yang diinginkan saja, tanpa menyebar ke area lain.

Irigasi Ember atau Timba

Irigasi ini memang tergolong lebih murah, karena tak mengandalkan peralatan apa pun dan hanya mengandalkan tenaga petaninya sendiri. Mereka akan mengambil sendiri airnya dari sumber air terdekat dengan menggunakan ember.

Meski tergolong lebih murah, namun irigasi jenis ini terbilang kurang efektif karena tenaga manusia ada batasnya, ditambah lagi memakan waktu lama karena terkadang sumber airnya jauh dari lahan pertanian.

Irigasi Tetes

Irigasi Tetes
Sumber: tembakaurajangan.blogspot.com

Irigasi tetes ini mirip dengan irigasi bawah permukaan. Namun, keluarnya air tidak memancur, melainkan berupa tetesan saja dan langsung mengarah ke akar. Tujuan dari irigasi tetes ini adalah agar tak banyak air yang terbuang percuma dan tak perlu membasahi lahan.

Selain itu, irigasi jenis ini lebih efisien dan pastinya hemat air. Irigasi jenis ini cocok untuk tanaman pada awal-awal masa pertumbuhan.

Itulah 7 jenis irigasi yang digunakan dalam pertanian, khususnya di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Baca juga: 5 Jenis Tanaman Hortikultura

Penulis: Hutomo Dwinugrahanto


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Solusi Digital Pertanian Indonesia | Mempertemukan petani dan pembeli akhir produk pertanian Indonesia - Sejahteralah Petani Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to Top