kopi

Berikut Informasi dari Pak Tani Digital mengenai keadaan kopi robusta saat masa pandemi.

Kopi Robusta

Harga Kopi Robusta

kopi
pixabay.com

Baca juga: Pentingnya Resting Setelah Proses Roasting Kopi

Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil kopi terbesar kedua di Indonesia dan telah menjadikan produk unggulan dari Lampung.

Produksi kopi di Lampung saat ini mampu memberikan kontribusi 24,19 persen produktivitas kopi nasional. Faktor paling krusial adalah soal tingkat produksi para petani kopi.

Petani kopi di Lampung hanya mampu menghasilkan 1-4 ton/hektare/tahun. Apabila diasumsikan harga jual Rp18 ribu/kg, maka hal ini masih sangat jauh dari hidup layak.

Komitmen Pemprov lampung untuk memerangi importir kopi ke Lampung merupakan salah satu upaya untuk melindungi petani dan memberikan kesejahteraan.

Pemprov Lampung menargetkan ke depan produksi kopi petani di daerah ini naik dari rata-rata 0,78 ton per hektare menjadi rata-rata empat ton per hektare.

Namun, pandemi Covid-19 yang dirasakan kian berdampak bagi para petani kopi di Lampung, termasuk di Tanggamus.

Keadaan Petani Kopi

kopi
pixabay.com

Baca juga: Akibat Corona Kopi Jadi Senjata Hadapi Pelemahan Ekonomi

Saat ini para petani kopi robusta di Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengeluhkan harga kopi yang saat ini cenderung turun dimasa pandemi Covid-19 yang belum usai yang semakin membuat pendapatan petani semakin menurun.

Umumnya, petani kopi robusta maupun sebagian kecil pembudidaya kopi arabika di Lampung saat ini sedang memasuki panen raya.

Dalam kondisi yang terjepit saat ini harga kunjung tidak bersahabat padahal petani tetap menjaga kualitas kopi yang terbaik.

Penurunan permintaan terhadap kopi sangat dirasakan saat pandemi karena tidak ada pengunjung dari luar daerah

Dan proses ekspor dan impor mengalami kendala, sehingga penjualan menurun tajam.

Untuk tetap bertahan di tengah kondisi pandemi tersebut, petani kopi menerapkan metode tumpang sari sembari menunggu panen kopi. Seperti menanam cabai dan pisang di sela-sela tanaman kopi.

Dia berharap, pihak terkait, termasuk pemerintah, dapat membantu dalam pemasaran dan pengendalian harga kopi di Lampung, sehingga penjualan meningkat dan petani bisa merasakan manfaat dari geliat industri kopi.


Itulah informasi mengenai keadaan harga kopi robusta saat pandemi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Panduan Mudah & Lengkap Budidaya Kopi Bagi Pemula

Sumber: Republika.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.