Pentingnya Resting Setelah Proses Roasting Kopi

Dalam proses pengolahan kopi, tidak hanya proses roasting yang perlu diketahui, tetapi juga resting. Nah, apa yang dimaksud dengan resting? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya.

Pentingnya Resting Kopi Setelah Roasting

Proses mencipta kopi yang enak sebenarnya dimulai dari hulu hingga hilir. Dari proses biji kopi hingga proses seduhan sampai menjadi secangkir kopi merupakan sebuah seni untuk memadukan rasa kopi yang pahit namun enak di mulut.

Kompleksnya membuat secangkir kopi sehingga hal – hal detail akan sangat berpengaruh pada rasa yang dihasilkan oleh secangkir kopi. Salah satu hal yang masih membingungkan untuk para barista kopi ialah waktu resting kopi setelah melakukan roasting.

Resting sendiri merupakan waktu istirahat biji kopi setelah dirosting sebelum diolah menjadi bubuk kopi. Mengapa resting begitu penting? Inilah alasan untuk kamu ketahui mengapa biji kopi harus diresting terlebih dahulu sebelum menjadi bubuk kopi.

Baca juga : Panduan Mudah & Lengkap Budidaya Kopi Bagi Pemula

Menghilangkan Sisa Pembakaran

Berbeda dengan jenis sayuran yang pasca panen bila dikonsumsi akan memberikan kualitas terbaiknya, hewan pasca disembelih dagingnya adalah kualitas terbaik namun bila kamu menganggap biji kopi sama maka kamu salah besar.

Beberapa origin kopi umumnya juga memiliki beberapa perbedaan bahkan beberapa dengan hitungan menit untuk menampilkan rasa yang maksimal. Faktanya, biji kopi yang telah mengalami proses sangria akan meninggalkan bekas pembakaran dan bila langsung diseduh menjadi secangkir kopi maka ada rasa tambahan yang sangat menganggu di mulut.

Mungkin anda bisa menipu beberapa pelanggan kopi yang tidak peka lidahnya dengan menambahkan sesuatu namun bagi lidah yang peka akan sangat terasa perbedaannya. Resting akan memberikan jeda yang mampu untuk melepaskan sisa – sisa pembakaran untuk menghindarkan rasa yang negatif.

Baca juga : Ingin Memulai Cafe Kopi Kecil-Kecilan? Ini Tipsnya

Mengurangi Kadar Karbon Dioksida

Proses sangria yang dilakukan pada biji kopi tentunya akan menghasilkan proses pembakaran dengan hasil akhir karbon dioksida (CO2). Bila anda langsung menyeduhnya, profil rasa dan kenikmatan kopi akan berkurang akibat sifat karbon dioksida yang masih tertinggal.

Proses resting merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kadar karbon dioksida pada biji kopi pasca sangria namun hasilnya tidak semuanya akan hilang namun berkurang sebagian. Oleh karena itu, beberapa coffee shop ketika akan membungkusnya memberikan lubang kecil dengan katup satu arah dengan tujuan untuk menghilangkan kadar CO2 pada biji kopi tersebut.

Baca juga : Budidaya Kopi Arabika Hingga Proses Pemasarannya

Profil Rasa Lebih Optimal

Setelah proses sangria dilakukan, anda harus melakukan resting pada biji kopi dengan tujuan memberikan rasa bagi biji kopi untuk mengeluarkan potensi rasa yang lebih optimal. Beberapa referensi mengatakan bahwa waktu terbaik untuk resting pada biji kopi berlangsung sekitar 1 – 3 jam, namun tidak ada yang menjamin hal tersebut.

Referensi lainnya pun menyatakan bahwa resting dengan tujuan untuk mendapatkan puncak kenikmatan kopi dapat diperoleh dari 1 – 10 hari pasca roasting. Ada juga yang menyatakan berlangsung 2 – 4 minggu sehingga cukup subjektif untuk ditentukan.

Proses ini mungkin membutuhkan usaha ekstra dari anda sebagai barista dan roaster untuk menentukan sendiri waktu resting terbaik dengan melakukan eksperimen trial and error. Proses resting ini pasalnya bisa  dipengaruhi oleh beberapa factor seperti suhu di sekitar biji kopi saat resting, mesin roasting yang digunakan, dan jumlah biji kopi yang dirosting.

Baca juga : Akibat Corona Kopi Jadi Senjata Hadapi Pelemahan Ekonomi


Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

REFERENSI

-Musika, Y.A. 2017. Mengapa Biji Kopi Setelah Roasting Perlu Resting.
-Majalah Ottencoffee
-Seluruh foto : Pixabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.