Sudah tahu belum cara budidaya kopi arabika? yuk, jadiin artikel ini sebagai panduan kamu, karena PTD akan memberikan cara pembudidayaan serta proses pemasarannya loh.

Penggemar kopi pasti sudah tidak asing dengan jenis kopi arabika. Bagaimana tidak? Dibandingkan dengan jenis kopi lainnya, kopi yang memiliki nama ilmiah Coffea arabica ini memiliki aroma dan karakteristik yang khas sehingga sangat digemari para pecinta kopi.

Oleh karena itu, budidaya kopi arabika bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan permintaan pasar dan harga jual kopi arabika sangat tinggi dibandingkan dengan jenis kopi lain.

Namun untuk bisa mendapatkan keuntungan terbaik, Anda harus mengenal cara budidaya yang tepat sehingga hasil panen yang didapat memuaskan.

Cara Budidaya Kopi Arabika

Kopi arabika termasuk kedalam jenis kopi yang tumbuh pada dataran tinggi sekitar 1.000-2.000 dpl. Budidaya kopi ini sejatinya tidaklah sulit, asal Anda melakukan cara-cara yang tepat dan sesuai.

Lalu bagaimana cara budidaya yang tepat? Ini dia beberapa langkah-langkah budidaya yang bisa Anda simak:

Baca Juga: Cara Membuat Kopi Tubruk Sendiri di Rumah

Pemilihan Bibit Unggul

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk bisa menghasilkan panen berkualitas adalah pemilihan bibit kopi yang unggul. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk persiapan bibit unggul antara lain:

  1. Pilih indukan yang sehat dan terbebas dari hama penyakit. Indukan berkualitas memiliki ciri-ciri batang pendek, bentuk tajuk yang bagus, serta berbuah lebat.
  2. Setelah didapat indukan yang sesuai, ambil buah kopi yang matang dan juga sehat.
  3. Buang bagian kulit dan daging buah kopi. Rendam biji kopi yang telah dikupas kedalam air dan biarkan selama 24 jam.
  4. Keringkan biji yang sudah direndam selama 1-2 hari di tempat yang teduh. Sortir biji dan pisahkan dari biji berkualitas buruk.
  5. Setelah biji kering berkualitas sudah didapatkan, Anda sudah bisa langsung melakukan penyemaian.

Sebagai catatan, proses penyemaian jangan melebihi batas 3 bulan dari proses pemilihan bibit yang telah dilakukan, karena akan mempengaruhi produktivitas tanaman kedepannya.

bibit ungguk arabika
pinterest.com

Penyemaian dan Pembibitan Kopi

Sebelum melakukan penyemaian, buatlah bedengan pada lahan dengan ukuran 120 cm x 25 cm. Sedangkan jarak pada bedengan dibuat dengan kisaran 50 cm. Untuk panjang bedengan, Anda bisa menyesuaikan dengan luas lahan.

Agar bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup, buatlah bedengan yang menghadap ke timur. Setelah bedengan selesai dibuat, campurkan tanah bedengan dengan pupuk kandang dengan jumlah 20 kg pupuk per m2.

Setelah bedengan selesai dibuat, maka penyemaian dan pembibitan bibit kopi sudah bisa dilakukan. Langkah-langkah penyemaian dan pembibitan yang harus dilakukan antara lain:

  1. Siapkan bibit unggul yang sudah dipiih lalu semai pada lahan dengan kedalam sekitar 0,5 cm dan jarak penanaman sekitar 2,5 cm. Semai bibit dengan posisi telungkup.
  2. Siram bibit yang sudah disemai secara rutin. Jika sudah berusia 10-12 minggu, maka bibit semai sudah bisa dipindahkan ke polybag.
  3. Lakukan penyiraman dan penyiangan gulma secara rutin.
  4. Proses pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan penyemprotan. Cara membuat larutan pupuk yaitu siapkan 1 kg pupuk SS dan rendam dalam 5 liter air. Larutan pupuk tadi kemudian diencerkan lagi dengan 15-20 liter air. Setelah siap, pemupukan bibit kopi bisa dilakukan selama 15-20 hari sekali.

Penanaman dan Pemeliharaan Kopi

Bibit kopi yang sudah berumur 7-9 bulan sudah bisa ditanam langsung di area perkebunan. Untuk kopi arabika jenis Castor misalnya, Anda bisa melakukan penanaman dengan jarak tanam 2m x 2m.

Buat lubang tanam dengan ukuran 60cm x 60cm x 60cm lalu isi tiap lubang tanam dengan 10 kg bahan organik terfermentasi.

Lakukan pemupukan tanaman secara rutin dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Sedangkan pemupukan kimia menggunakan Urea, TSP, dan KCL dilakukan 3 kali dalam setahun.

Anda juga bisa menggunakan beberapa jenis insektisida seperti Perothion, Thiodan, dan Lannate untuk mengendalikan hama. Hama yang sering menyerang tanaman kopi adalah kutu hijau.

Baca Juga: Ketahui 5 Manfaat Ampas Kopi untuk Tanaman

Pemangkasan Tajuk Kopi

Ketika tanaman sudah berumur 3-4 tahun, maka Anda sudah bisa melakukan pemangkasan tajuk kopi. Tujuan dari pemangkasan tajuk sendiri yaitu untuk mencegah pohon tumbuh terlalu tinggi. Pemangkasan dilakukan dengan jarak 30-40 cm dari bagian pucuk.

Selain melakukan pemangkasan bagian pucuk, Anda juga harus melakukan pemangkasan pada bagian ranting yang rusak, kering, dan beberapa ranting yang tumbuh liar. Pemangkasan pada kopi ini bisa dilakukan selama 3 bulan sekali.

tajuk kopi arabika
mcarabica.co.id

Pemanenan Buah Kopi

Tanaman kopi sudah bisa dipanen ketika berumur 2,5-3 tahun. Rata-rata budidaya kopi arabika jenis lokal menghasilkan panen sebanyak 0,5 kg biji kopi per batangnya.

Dalam satu bulan, proses pemanenan bisa dilakukan sebanyak 3 kali atau rotasi 12 hari sekali. Ciri-ciri dari buah kopi yang sudah bisa dipanen yaitu buahnya sudah matang dan berubah warna menjadi merah tua.

Proses Pemasaran Kopi Arabika

Kopi arabika biasanya dipasarkan dalam bentuk bijian. Dibandingkan dengan jenis kopi yang lain, kadar kafein kopi arabika jauh lebih rendah sehingga nyaman dikonsumsi dan tidak terlalu pahit.

Salah satu sentra kopi arabika yang terkenal di Indonesia yaitu provinsi Lampung. Kopi arabika sendiri mendominasi hampir 65% perdagangan ekspor impor kopi di seluruh dunia.

Karena tingginya permintaan pasar, tak heran jika harga kopi arabika juga lebih tingi hingga dua kali lipat dibandingkan dengan robusta.


Itulah tadi beberapa langkah budidaya kopi arabika serta pemasarannya yang bisa dipraktekkan. Tingginya permintaan kopi arabika di pasaran tentu bisa menjadi peluang menarik bagi Anda untuk mulai melakukan budiaya kopi arabika.

Jika proses budidaya yang dilakukan sudah tepat dan konsisten, maka hasil panen yang didapat tentu sangat memuaskan. Keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga tentu bisa berlipat ganda. Tertarik untuk memulainya?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Apa Beda Kopi Arabika dan Kopi Robusta?

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • https://www.google.com/amp/s/indonesiabertanam.com/2016/05/19/petunjuk-teknis-budidaya-kopi-arabica/amp/
  • https://tipspetani.com/cara-budidaya-kopi-arabika-agar-berbuah-lebat-dan-menguntungkan/

Sumber gambar utama: food.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.