petani muda

Mau tau informasi mengenai paprika yang berkembang dengan lahan kecil? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Usaha Budidaya Tanaman Paprika

Peluang Usaha dari Lahan Kecil

petani muda
wartatani.com

Baca juga: Semangat Bisnis Ekspor Petani Muda dari Bali

Setiap orang memiliki tujuan hidup, sukses merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai setiap orang, namun yang membedakan hanyalah bagaimana proses untuk mencapainya.

Sukses menjadi petani bukan menjadi impian semua orang, hanya beberapa orang yang tergerak untuk menjadi regenasi petani untuk mengembangkan sektor pertaian.

Tak banyak anak muda yang tertarik di bidang pertanian dengan berbagai pandangan bahwa petani merupakan pekerjaan yang tidak memberikan jaminan hidup yang layak.

Berbeda dengan anak muda satu ini, Wisnu Saepudin (26) petani milenial asal Kampung Barunyatu, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang telah sukses menjadi petani Paprika di usia muda.

Selama 4 tahun bertani sayuran Paprika dengan mengusung konsep kolaborasi dan edukasi dan berhasil menjadi sosok pembaharu bagi milenial di kampungnya.

Dan kini memiliki 22 petani binaan. Kini ia bisa memperoleh laba bersih hingga puluhan juta sebulan dan mengangkat kesejahteraan petani binaannya.

Dalam satu hari paprika bisa dipasok 1 sampai 1,5 ton berbagai jenis untuk memenuhi permintaan pasar yang kian melonjak.

Tidak gengsi, mau belajar dan konsisten untuk berjuang menjadi petani yang membuat anak muda ini tergerak untuk menjadi seorang petani.

Lahir dan dibersarkan pada daerah pertanian, dia berinovasi melihat peluang besar menjadi kaya dengan menanam Paprika membuatnye tergerak untuk menjadi seorang petani muda.

Diwarisi orang tua lahan seluas 1.200 meter persegi, Wisnu memberanikan diri membangun green house diatas lahan tersebut.

Memang butuh modal yang tidak sedikit untuk bertani Paprika, setidaknya green house dibangun dengan biaya Rp105 juta namun tahan hingga 8 tahun.

Ditengah keterbatasan lahan, ia mengajak 22 milenial lain mengelurkan modal membangun green house di lahan mereka. Kebutuhan bibit, pupuk dan obat dipasoknya untuk kemudian terbangun pola bagi hasil.

Kini tidak ada lagi kekurangan pasokan paprika, setiap harinya silih berganti untuk saling mengisi ke pasar di Jawa Barat.

Kesuskesan Petani Muda

petani muda

Baca juga: Bagas Suratman, Mantan Preman yang Kini Menjadi Petani Sukses

Manfaat teknologi informasi yang kian mendekatkan suplier ke buyer, juga memberi kemudahan tersendiri bagi Wisnu. Melalui internet ia mencari suplier bibit paprika yang masih mengandalkan Belanda dan Thailand.

Meski kini sudah meraup laba bersih kisaran Rp20 juta/bulan, Namun besar harapan  bisa lebih banyak milenial di kampungnya menjadi petani Paprika.

Namun, keterbatasan modal dan minimnya bantuan pemerintah menjadikan langkah itu tersendat. Karena  masih banyak potensi generasi muda yang ingin bertani, tapi modal juga terbatas.

Untuk kirim saja kita masih nitip ke truk orang lain, bahkan kita belum punya mobil kecil untuk distribusi Paprika skala kecil.

Dia berharap Kementerian Pertanian jangan hanya menjadikan petani milenial sebagai jargon program namun bantuan tidak tepat sasaran.

Petani milenial butuh intervensi anggaran yang cukup agar profesi petani menjadi pilihan utama tak lagi dipandang sebelah mata.


Itulah informasi mengenai kembangkan paprika dari lahan kecil. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Petani Muda Sukses Ekspor Baby Buncis Rp 400 Juta

Sumber: Wartatani.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.