Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau bagaimana keunikan menanam tembakau srintil ? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!
Keunikan Tembakau Srintil

Baca Juga: Kecemasan Petani Tembakau Akibat Naiknya Harga Rokok
Petani tembakau di Desa Legoksari, Temanggung ini memiliki cara budidaya tanaman Tembakau Srintil yang unik dan khas hingga menghasilkan tembakau srintil yang berkualitas dan terbaik di Indonesia.
Pengolahan Tanah
Petani Desa Legoksari memiliki cara dan metode tersendiri yang unik salah satunya pengolahan lahan pertanian tembakau.
Lahan pertanian memiliki jenis tanah yang berbeda dari lahan pertanian yang ada di desa lainnya yang dapat membuat tembakau menjadi tumbuh subur karna tidak semua jenis tanah dan lahan bisa dijadikan sebagai tempat lahan tembakau.
Pemilihan Bibit
Bibit tembakau srintil yang digunakan adalah jenis tembakau Kemloko. Bibit tersebut disediakan oleh Dinas pertanian, perkebunan Kabupaten Temanggung berupa varietas kemloko 1, 2 dan 3 dibagikan gratis kepada petani.
Masa Tanam
Masa tanam tembakau srintil hanya bisa mereka lakukan pada bulan Febuary sampai bulan September disaat musim kemarau tiba. Tembakau srintil tidak bisa ditanam setiap musim karena hanya bisa ditanam pada setiap musim kemarau.
Tanaman tembakau Srintil tidak boleh banyak air atau kekurangan air, tetapi dilakukan penyiraman agar tanah tetap lembab secara alami .
Pada saat menanam tembakau petani menggelar ritual Among Tebal sebagai tanda awal musim tanam tembakau yang sudah menjadi keharusan dan wajib dilakukan oleh para petani tembakau.
Pasalnya suatu ketika ada petani tidak melaksanakan tradisi Among Tebal saat musim tanam tiba, akibatnya kualitas tembakau menjadi jelek dan tidak laku dipasar.
Ritual Among Tebal bertujuan sebagai ungkapan wujud syukur kepada Tuhan YME dan meminta doa agar tanaman tembakau yang ditanam subur dan hasil panennya berkualitas.
Setelah selesai melakukan ritual Among Tebal petani baru melakukan tanam bibit tembakau srintil dilahan pertanian. Saat tanaman tembakau mulai tumbuh para petani mulai cemas akan munculnya tembakau srintil.

Baca juga: Menghadapi Kemarau, Menanam Tembakau Menjadi Pilihan Petani Grobogan
Masa Perawatan
Kemunculan srintil disambut antusias oleh petani, namun bukan berarti muncul tembakau siap panen tetapi masih dikatakan srintil asoran atau srintil awal .
Pada masa tembakau srintil mulai tumbuh inilah para petani mulai melakukan kegiatan perawatan secara intensif dengan melakukan penyiraman air pada bibit tanaman tembakau hingga umur 50 hari.
Karena tanaman tembakau ini masih membutuhkan air agar tanah tetap lembab dan subur dengan menggunakan bak penampungan air yang diangkut mobil pikap, kemudian disalurkan melalui selang.
Pemupukan dilakukan dengan pupuk organik tapi tetap membutuhkan pupuk 450 kilogram pupuk NPK majemuk dan rata- rata setiap hektar petani mendapat bantuan pupuk dari Pemerintah daerah sebesar 250 ,Pupuk ZA dan pupuk sp 36 sebagai pupuk pelengkap petani harus mencukupi sendiri.
Masa Panen
Pada saat masa panen petani memetik daun tembakau sampai habis kecuali 7 daun yang paling atas. Pucuk daun inilah diperkirakan bakal tembakau srintil kecuali bunganya.
Kemudian batang tanaman tembakau yang masih ada bunganya dibiarkan kering nantinya akan dijadikan benih pada masa tanam tahun depan.
Perlakuan Tembakau Menjadi Tembakau Srintil.
Sewaktu daun tembakau masih di pohon tidak ada yang bisa mengetahui lembaran daun itu akan menjadi srintil. Petani baru mengetahui ketika masa panen yang akan mengeluarkan bau harum dan wangi.
Setelah itu diperam selama 3 hari akan kelihatan jamur kekuningan disimpan kembali oleh petani selama 7 hari hingga 8 malam sebelum dirajang hingga membusuk, mengeluarkan cairan yang menyebarkan aroma harum.
Tembakau srintil akan dijemur hingga manjadi kering, penjemuran juga tergantung dengan cuaca yang mendukung ketika cuaca mendukung kualitas tembakau srintil makin tinggi harganya makin tinggi.
Itulah informasi mengenai keunikan tembakau srintil. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!
Baca Juga: Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Tembakau
Penulis: Suryatiningsih
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di