Pandemi yang tidak kunjung berhenti ini semakin meresahkan masyarakat bahkan pemerintah di Indonesia dan dunia.

Khususnya untuk wilayah Asia Tenggara, pandemi ini sangat mempengaruhi sektor pertanian. Menyebarnya virus yang berasal dari Wuhan ini menyebabkan krisi ekonomi juga krisis keamanan dan yang paling pertama adalah krisis kesehatan.

Sumber: Pexels.com

Di Asia Tenggara, salah satu negara yang sudah menerapkan dan memperpanjang lockdown adalah malaysia per tanggal 10 juli 2020. Sementara negara Indonesia belum menerapkan lockdown dikarenakna dampak terhadap ekonomi yang besar.

Untuk mengurangi penyebaran, Indonesia menerapkan PSBB sebagai ganti dari lockdown. Di negara lain seperti Thailand malah mengalami krisis ekonomi dikarenakan berkuranngnya pendapatan dari wisatawan, ditambah lagi ekspor produk yang menurun.

Tentu saja semua merasakan dampak dari virus ini terutama dilihat dari segi ekonomi. Untuk menanggulanginya, Indonesia mengeluarkan 2 stimulus ekonomi yaitu fokus untuk menggerakkan bisnis seperti dari pariwisata dan akomodasi dan fokus pada upaya ekspor dan impor produk.

Di Asia Tenggara, banyak negara yang menggantungkan nasib ekonominya pada pertanian.

Melihat yang terjadi saat ini, jelas saja pertanian di Asia Tenggara mengalami gangguan.
Beberapa kendala yang dialami oleh negara di Asia tenggara selama adanya covid-19.

Baca Juga: Harapan Pada KUR Pertanian Untuk Lawan Covid-19

Dampak Pertanian di Asia Tenggara 

Sumber: Pexels.com

1. Malaysia mengalami penurunan jumlah tenaga kerja, rusaknya suply chain, susahnya menjual hasil tani, kurangnya pendapatan dikarenakan ekspor yang dilarang ditambah lagi banyak restaurant yang tutup.
2. Indonesia mengalami kenaikan harga input, supply chain yang terganggu dan turunnya permintaan pasar.
3. Philipina mengalami dampak besar pada supply chain ke konsumen.
4. Laos mengalami turunnya permintaan pasar terhadap produk, meningkatnya harga barang seperti beras dan daging.
5. Thailand berdampak pada ekspor barang yang berkurang.

Masing-masing negara mengupayakan beberapa strategi yang berbeda untuk menanggulangi kasus ini dengan cara yang berbeda. Di Indonesia sendiri, kementerian membuat program penyedia bahan pangan pokok utama untuk mendukung keberlanjutan ekonomi.

Membuat pengembangan pasar di masing-masing daerah provinsi, memanfaatkan e-market juga beberapa hal lain yang diterapkan untuk mengoptimalkan pembangunan pertanian.
Sebagai penyumbang ekonomi yang cukup berpengaruh dan besar, pertanian harus tetap dipertahankan perkembangan dan pertumbuhannya.

Namun, tetap mementingkan keselamatan yang ada didalamnya. Semua negara mengalami keluhan yang tidak jauh berbeda. Sehingga masing-masing negara menerapkan beberapa strategi masing-masing untuk menanggulangi masalah ini dalam jangka panjang.

Baca Juga : Kendala Penyuluh Pertanian Saat Covid-19

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.


Referensi: https://www.umy.ac.id/pertanian-asia-tenggara-pasca-pandemi-covid-19.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.