jagung

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai peningkatan PDB sektor pertanian saat pandemi

Sektor Pertanian

Peningkatan PDB Sektor Pertanian

jagung
pixabay.com

Baca juga: Keluh Kesah Petani Saat Pandemi Terjadi di Indonesia

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Bruto (PDB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

PDB merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.

Sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.

PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tercatat tumbuh pada triwulan II 2020.

Peningkatan ini terjadi di tengah kontraksi pertumbuhan sektor usaha akibat pandemi corona.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, PDB sektor pertanian pada triwulan II tumbuh sebesar 2,19% secara tahunan.

Kontraksi pertumbuhan dialami hampir semua lapangan usaha seperti transportasi dan pergudangan 30,84%, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 22,02%.

Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan juga mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 6,19%. Dari sektor penyumbang terbesar PDB nasional.

Pertanian merupakan salah satu sektor yang masih tumbuh positif tengah terjadi wabah Covid-19.

Namun, Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai, hal tersebut terjadi karena adanya faktor musiman.

Mempertahankan PDB Sektor Pertanian

panen raya

Baca juga: Ekspor Produk Pertanian Masih Positif Ditengah Pandemi

Pada Triwulan II, PDB sektor pertanian naik karena ada panen padi dan jagung.

Pada saat pandemi kebutuhan akan pangan mengalami peningkatan maka dari itu pertumbuhan PDB sektor pertanian tidak mengalami kontraksi seperti yang dialami sektor lainnya.

Sektor pertanian tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19, karena orang-orang tidak akan pernah menunda membeli kebutuhan untuk makan.

Data BPS menunjukkan, penopang utama pertumbuhan PDB sektor pertanian kuartal lalu berasal subsektor tanaman pangan.

Subsektor tanaman ini tumbuh 9,23% secara tahunan, diikuti pertumbuhan sektor hortikultura sebesar 0,86% secara tahunan.

Lalu sektor tanaman perkebunan meningkat 0,17%, serta sektor peternakan dan jasa pertanian dan perburuan masing-masing sebesar minus 1,83% dan 2,36%.

Selain itu, pertumbuhan sektor pertanian juga didukung adanya kebijakan pemberian bantuan Kementerian Pertanian kepada petani. Alhasil, kebijakan ini turut mengurangi tekanan para petani selama pandemi.

Beberapa kebijakan Kementan untuk membantu petani seperti relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian, mempercepat bantuan sarana dan prasarana serta subsidi pertanian, menggerakkan Pasar Mitra Tani.

Selain itu, ada pula kebijakan memperbaiki penyerapan produksi pertanian, dan subsidi transport pangan dari daerah surplus ke daerah minus.

Diperkirakan pada musim panceklik produksi pertanian akan menurun pada triwulan III dan IV, oleh karena itu Kementan harus menjaga PDB pertanian melali subsektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan.

Kebutuhan masyarakat terhadap pangan selama pandemi Covid-19 akan menopang kinerja sektor pertanian tahun ini karena pangan dan produk pertanian merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa tergantikan.


Itulah informasi mengenai peningkatan PDB di sektor pertanian. Semoga informasi yang diberikan bermnafaat ya sobat PTD!

Baca juga: Menjaga Ketahanan Pangan Saat Pandemi

Sumber: Katadata.Com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.