investasi hijau

Mau tau informasi mengenai investasi hijau di Papua? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Program Investasi Hijau

Investasi Hijau di Papua

investasi hijau
indonesiatravel.news

Baca juga: Hilangnya Kejayaan Kakao di Tanah Papua

Pada 2018, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan moratorium sawit. Larangan itu tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

Mayoritas perkebunan sawit dimiliki oleh perusahaan besar dan masyarakat juga tidak menginginkan lagi pengembangan perkebunan sawit karena pengembangan sawit belum bermanfaat signifikan terhadap rakyat kecil.

Dengan kondisi seperti ini maka dibuat Program Yayasan Inisiatif Dagang (IDH) menggagas investasi hijau di Papua.

Investasi hijau adalah konsep investasi yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dengan tujuan mengurangi atau mencegah deforestasi,.

Meningkatkan pendapatan petani kecil, menerapkan diversifikasi produk pertanian, dan meningkatkan kontribusi kepada Produk Domestik Bruto (PDB).

Hasil dari program ini yaitu menemukan komoditas alternatif untuk investasi hijau meliputi kakao, kopi, rumput laut, dan pala karena komoditas ini sudah dekat masyarakat Papua.

Hanya saja pengembangannya butuh ditingkatkan dan volumenya masih kecil dan teknis budidayanya belum optimal.

Realisasi Program Investasi Hijau

investasi hijau
kabarpapua.co

Baca juga: Manfaat Buah Merah dari Tanah Papua

Guna merealisasikan program itu dibutuhkan investasi sebesar US$200 juta setara Rp2,8 triliun (mengacu kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Namun demikian, kontribusi nyata program ini kepada perekonomian Papua baru bisa optimal dalam 10 tahun mendatang. Pasalnya, dibutuhkan penyesuaian dan pengembangan bertahap untuk program tersebut.

Bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Pemda Papua bekerja sama dengan 24 perusahaan untuk menjajaki program ini.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menuturkan masyarakat Papua telah mengenal cara bertanam komoditas tersebut. Harapannya.

Dampak ekonomi pengembangan komoditas tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Karena, komoditas perkebunan khususnya kakao sangat berpotensi untuk dikembangkan karena di Indonesia masih jauh dari kapasitas produksi pabrik.


Itulah informasi mengenai investasi bumi hijau di Papua. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Hijau di Bumi Cendrawasih

Sumber: CNNindonesia

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.