Revolusi industri bukanlah menjadi suatu kamus yang terdengar asing lagi bagi kebanyakan orang. Ya, Revolusi industri telah membawa disrupsi dalam pekerjaan di hampir setiap sektor kehidupan. Tidak terkecuali pertanian yang biasa disebut sebagai pertanian 4.0. Bagaimana sebenarnya pertanian 4.0 ini?

Di masa sekarang ini, revolusi industri 4.0 telah membawa dampak disrupsi mengganti tenaga manusia menjadi tenaga mesin hingga robot. Disamping itu juga, kaum millenial juga menjadi aktor-aktor yang berperan penting dalam revolusi industri ini.

Setiap kaum millenial memiliki kesempatan untuk membangun pasar pertanian yang lebih luas dengan menerapkan teknologi.

Baca Juga : Melihat Rice Transplanter, Alsistan Penanam Padi Modern

Di era revolusi Industri 4.0 ini, para inovator-inovator muda berlomba-lomba menciptakan sebuah karya teknologi untuk mempermudah pekerjaan manusia dalam bidang pertanian.

Nah yang uniknya lagi, inovasi inovasi bidang pertanian tidak hanya mencakup di tenaga manusia saja loh. Kerja sama dengan laboratorium untuk pengembangan kultur jaringan juga menjadi bagian inovasi-inovasi terkini.

Melihat Robot Petani Masa Kini

Budidaya pertanian di lahan biasanya dikerjakan oleh para petani senior (umumnya bapak dan ibu). Namun para millenial pada umumnya juga tidak suka berpanas-panasan dan bergelut langsung dengan tanah ataupun pupuk secara langsung.

Sehingga dari situ, terciptalah berbagai macam robot-robot pertanian yang mampu mengerjakan pekerjaan yang awalnya dilakukan oleh manusia. Kemampuan robot tersebut sudah merangkap ke hampir berbagai sektor pekerjaan seperti pengolahan tanah, penanaman, penyiangan gulma, pengendali hama penyakit, hingga pemanenan.

Melihat Keunggulan Pertanian 4.0

Pemerintah sedang menggalakan infrastruktur bidang pertanian untuk mensejahterakan dan memudahkan petani dalam berbudidaya. Selain itu, Dilansir dari Kementrian Pertanian (2019), dengan infrastruktur ini juga dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja, menekan biaya produksi secara signifikan, mengurangi kerugian petani ketika tanam maupun panen, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan produksi.

Baca Juga : Kreatif! Sodetan Sungai Atasi Kekeringan Oleh Petani Indramayu

Cakupan Infrastruktur Pertanian 4.0

Dulu setiap pekerjaan pertanian biasanya akan memakan waktu yang cukup lama meskipun hanya mengerjakan satu sektor pekerjaan saja. Misalnya dalam menanam butuh waktu berhari-hari.

Namun dengan adanya teknologi pertanian modern, durasi pekerjaan justru dipangkas sangat signifikan. sehingga tenaga kerja juga akan sedikit yang berdampak pada biaya yang lebih sedikit juga.

  • Teknologi Pengolahan Tanah Pertanian

Dalam implementasinya, teknologi pertanian yang mampu menekan biaya dan tenaga kerja salah satunya adalah hand tractor. Dalam wujudnya, pemerintah menggalakkan infrastruktur pertanian yang memudahkan petani.

  • Teknologi Penanaman Pertanian

Nah , teknologi selanjutnya adalah dalam sektor penanaman. Rice transplanting machine dapat membantu melakukan penanaman yang lebih presisi.

Baca Juga : Kenali 3 Teknologi Sensor Pada Lahan Sawah

  • Teknologi Perawatan dan Pengendalan Tanaman

Setelah ditanam, tentu tanaman harus dilakukan perawatan lebih lanjut. Nah untuk membantu perawatan, teknologi yang digunakan bisa dipantau menggunakan sensor pada drone. Dengan sensor, data yang didapat petani lebih presisi dan tidak menebak-nebak lagi. Sehingga penanggulangan lebih tepat dan matang.

  • Teknologi Pemanenan

Tanaman yang telah matang tentu siap panen. Petani tidak perlu repot lagi melakukan pemanenan secara manual. Sekarang sudah ada teknologi combiner harvesting yang dapat memanen secara cepat dan efisien.

Teknologi Pertanian 4.0 yang Serba Canggih

Tidak hanya memanfaatkan mesin, di era revolusi industri ini, ternyata internet juga berperan penting dalam efisiensi kinerja manusia.

Cukup dengan internet, petani dapat mengoperasikan traktor tanpa pengemudi. Cukup dengan internet juga, petani dapat mengendalikan dengan drone untuk melakukan berbagai aktivitas pertanian.

Terdapat pula aplikasi yang memudahkan petani melalu smartphone yang maik canggih seperti KATAM (kalender tanam), i-MACE dan e-certificate. Yuk mari kita kenali satu persatu.

Mesin panen untuk pertanian 4.0
Mesin panen untuk pertanian 4.0
  • a. i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export)

Merupakan rujukan petani untuk memasarkan produknya secara online, referensi agropreneur untuk mencari pasokan dan memudahkan transaksi jual beli secara online. Ekspor makin mudah dengan Pertanian 4.0.

  • b. E-Certificate

Merupakan salah satu terobosan revolusi 4.0. Dengan e-certificate ini, mempermudah akses ekspor, dimana pada umumnya melalui proses administrasi yang berbelit.

Baca Juga : Bagaimana Teknologi 5G Akan Mengubah Ranah Pertanian?

E-certificate sendiri berfungsi mencegah penyelundupan dan impor ilegal. Selain itu, menjamin keaslian dokumen sehingga produk aman sampai tujuan.

Demi kemudahan petani dalam bertransaksi, Kementrian Pertanian membuat “kartu tani”. Berdasarkan Kementrian Pertanian (2019), kartu tani untuk memudahkan dalam transaksi bidang pertanian seperti pembelian pupuk bersubsidi, memudahkan mendapat kredit usaha dari bank, kartu tani dapat sebagai kartu debit dan dapat menjadi alat transaksi penjualan Bulog (off taker).

Untuk mensejahterakan petani milenial, pemerintah juga bekerjasama dengan start up dalam maupaun luar negeri. Dengan begitu, petani dapat dengan mudah melakukan transaksi atau mengurus semua hal dalam bidang pertanian.

Nah itu dia sedikit ulasan artikel pertanian tentang melihat pertanian 4.0 untuk pertanian masa depan. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Disadur dari Kompasiana (Oleh Intan Larasati)


Yuk baca juga ebrita lainnya di Pak Tani Digital ya, share juga ke siapa saja untuk mendapatkan info pertanian terbaik.

Baca Juga : Bagaimana Sebenarnya Pertanian 4.0 Itu?

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.