Kreatif! Sodetan Sungai Atasi Kekeringan Oleh Petani Indramayu

Kekeringan adalah momok yang mengerikan bagi petani karena mengancam gagalnya produktivitasnya. Namun uniknya, ada cara khusus oleh petani di Desa Sindangkerta Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini. Mereka membuat sodetan sungai untuk mengalirkan air ke sawah-sawah.

“Kelompok Tani (Poktan) Sri Lestari II di Desa Sindangkerta yang berinisiatif membuat sodetan tersebut,” tutur Kepala Seksi (Kasie) Mitigasi Iklim, Subdirektorat Iklim, Konservasi Air dan Lingkungan Hidup, Direktorat Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Dyah Susilokarti, Rabu (17/7/2019).

Baca Juga : Sistem Irigasi Kabut, Inovasi Baru di Bidang Pertanian

Dengan memanfaatkan air dari saluran pembuangan di sungai Paralel Kumpul Kuista, sodetan pun dibangun sepanjang 36 meter dengan terpal dan air.

Air yang terkumpul didistribusikan dengan saluran sepanjang 750 meter dengan lebar 120cm dan dengan kedalaman 50cm. Saluran tersebut berada di posisi 750m dari ujung sodetan.

“Walaupun sumber air lebih rendah dari lahan tetapi debit besar (6 liter/detik) sehingga mampu mencapai lokasi sejauh lebih kurang lebih 1 kilometer,” tutur Dyah.

Pelaksanaan kegiatan dari poktan ini tidak sendirian. Tim Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian pun turut serta melakukan monitoring kekeringan di wilayah Pantura.

Sodetan sungai petani Indramayu
Sodetan sungai ala petani Indramayu meskipun belum maksimal, namun sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan melawan kekeringan. (Foto : Sindo News)

Biaya Pembuatan Sodetan Sungai Tidak Terlalu Tinggi

Sri Lestari selaku Ketua Poktan mengatakan bahwa saluran tersebut dibuat dengan pendanaan swadaya oleh masyarakat sebesar Rp 15 juta. Dan hasil yang ditunjukkan pun sudah sangat bagus, hanya dalam satu bulan, hasil yang diterima sangat positif.

“Hal ini terlihat dari lahan seluas 200 hektar yang sudah dapat diairi saat menanam padi meskipun air tidak maksimal. Hal ini disebabkan karena debit yang besar sementara jaringan irigasinya masih menggunakan model sederhana”, ujar Dyah.

Baca Juga : Ketahui Jenis-Jenis Irigasi dalam Pertanian

Air sodetan diharapkan mampu mengairi 160 ha di Desa Kapringan dan 100 ha di Desa Singakerta. Sehingga total luasan yang dapat diairi 460 ha dengan adanya sodetan sungai.

“Penghasilan pun tidak menurun, terjadinya peningkatan akibat lahan pertanian menjadi maksimal untuk ditanami. Sebelum saluran ini dibuat, sewa lahan hanya Rp300 ribu per bahu, sekarang menjadi Rp7 juta per bahu. Tentunya ini menguntungkan petani,” tuturnya.

Bagaimana menurut kamu sobat PTD tentang inovasi ini?


Jangan lupa di share ya artikel pertanian ini sobat PTD!

Baca Juga Pemerintah Antisipasi Kekeringan dengan Hujan Buatan

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.