rice transplanter

Di revolusi industri 4.0 ini, petani tanah air sudah seharusnya mulai memanfaatkan teknologi untuk kemudahan petani dalam kegiatan bertani. Salah satunya mesin rice transplanter, merupakan alsistan penanam padi untuk mewujudkan pertanian yang lebih modern.

Direktoran Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian terus meningkatkan produksi pertanian melalui optimasi alat dan mesin pertanian (alsistan). Salah satunya mesin rice transplanter yang diperkenalkan oleh Kementan kepada petani.

Baca Juga : Banker Pintar Petani Jamur Gagal Panen Oleh Mahasiswa UMY

Kemudahan Yang Ditawarkan Mesin Rice Transplanter

Mesin ini membuat petani tidak perlu menggunakan banyak tenaga dalam menanam padi. Kemudahan yang ditawarkan mesin ini dapat membuat kita menentukan jarak antar tanaman padi. Hal ini dilakukan agar padi yang ditanam menjadi lebih optimal hasilnya kelak.

Sarwo Edhy selaku Dirjen PSP Kementan mengatakan “Perkembangan zaman membuat tak banyak lagi buruh tani yang tersisa. Sedangkan di Indonesia, pemilik sawah masih tergolong banyak. Masalah datang ketika musim tanam tiba. Para petani dan pemilik lahan tidak memiliki sumber daya manusia yang mencukupi untuk membantu proses penanaman padi,”.

Baca Juga : Kreatif! Sodetan Sungai Atasi Kekeringan Oleh Petani Indramayu

Selain itu, mesin transplanter ini sekaligus tentu akan meningkatkan efisiensi waktu petani dalam menanam karena tidak lagi menggunakan tenaga manusia.

“Mesin ini juga bekerja dalam waktu yang lebih cepat daripada menggunakan tenaga manusia. Dengan menggunakan mesin ini, petani malah diuntungkan karena pekerjaan selesai secara lebih efisien dan praktis,” paparnya.

Kehebatan yang ditawarkan mesin ini adalah penanamannya yang presisi. Penanaman yang sudah presisi akan meningkatkan pertumbuhan padi yang lebih optimal.

rice transplanter
Alsintan Rice Transplanter untuk Pertanian, Foto/Dok.Kementan

“Jarak yang penanaman yang lebih presisi jika dilakukan dengan transplanter, juga memiliki efek yang baik bagi tumbuhan. Padi yang ditanam pada jarak yang sama, memungkinkan tanaman ini untuk tumbuh lebih tinggi. Di samping itu, padi juga lebih tahan hama jika dibandingkan penanaman secara manual,” tutur Sarwo Edhy.

Mesin transplater akan menerapkan jarak 20x25cm. Jarak yang lebih sempit tentu akan meningkatkan efisiensi lahan karena akan membuat padi yang ditanam menjadi lebih banyak.

Tidak Ribet Dipakai Rice Transplanter

Mesin rice transplanter ini memiliki mekanik yang sangat mudah dalam pemakaiannya sehingga petani tidak perlu banyak waktu dalam melakukan penanaman padi.

“Anda hanya perlu melakukan pembibitan dalam baki mesin transplanter, hingga menghasilkan gulungan bibit padi siap tanam,” terangnya Sarwo Edhy lagi.

Selanjutnya, letakkan bibit padi di atas mesin. Jika sudah, hanya perlu menjalankan mesin supaya padi tertanam secara otomatis. Cara modern untuk menanam padi ini tentu sangat menghemat waktu dan biaya.

“Sudah banyak petani yang mengatakan bisa panen setelah 90 hari, alih-alih 95 hari jika dilakukan secara tradisional. Biaya untuk pengurusan lahan hingga penanam pun bisa dihemat hingga 50%,” pungkasnya.


Nah itu dia ulasan artikel pertanian tentang Rice Transplanter, Alsistan menanam padi yang lebih modern. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.