Budidaya Udang Galah

Salah satu bahan makanan yang dapat dijadikan sebagai olahan seafood adalah udang galah. Wajar saja bila banyak orang yang berusaha melakukan budidaya udang galah.

Nah, bagi kamu yang tertarik namun tidak tahu caranya, berikut ini adalah 4 tips yang dapat membantu kamu dalam membudidayakan udang galah:

Optimalisasi Kolam Budidaya Udang Galah

Dalam melakukan usaha budidaya udang galah, berikut ini adalah langkah – langkah persiapan yang dapat kamu lakukan:

  • Udang galah termasuk jenis udang air tawar sehingga kamu dapat membudidayakannya dengan memanfaatkan kolam ataupun terpal
  • Usahakan pilih lokasi yang strategis, dapat diakses kendaraan, jauh dari kerumunan serta kawasan industri
  • Pastikan air yang kamu gunakan bersih dari sampah atau limbah rumah tangga.
  • Siapkan alat pengangkut benur, serok, ember, seser, ayakan dari kain, dan cangkul
  • Untuk tahapan persiapan awal masa pemeliharaan, siapkan pupuk sebagai pakan alami udang galah, kapur pertanian, dan jaring

Derajat keasaman tanah udang galah yaitu sedikit berlumpur dan tidak porous. Lumpur yang dalam adalah kondisi yang tidak menguntungkan sehingga setelah satu siklus pembesaran selama 4-6 bulan, mengangkat lumpur dari dasar kolam akan lebih menjamin keberhasilan usaha budidaya.

Pengapuran dilakukan setelah dasar kolam digemburkan dan diratakan. Selain meningkatkan kebasaan kolam dalam kondisi optimal (pH 7-8,5), pengapuran juga berfungsi untuk membunuh telur-telur ikan predator dan jamur. Dosis yang dianjurkan adalah 600-1.000 kg per hektar.

Pemupukan dilakukan untuk menyediakan pakan alami benih udang galah yaitu fitoplankton dan zooplankton. Kegiatan pemupukan biasanya dilaksanakan 7-10 hari sebelum benih ditebar, dengan memakai kotoran ayam kering yang dosisnya 100 kg/ha serta 15 kg/ha urea dan 10 kg/ha TSP.

Baca Juga: 5 Langkah Membudidayakan Belut di Kolam Air Jernih

Panen Udang Galah
Panen Udang Galah | Foto: trobos.com

Benih Unggul Udang Galah

Benih unggul udang galah yang baik memiliki ciri – ciri:

  • Tingkat pertumbuhan yang cepat
  • Daya adaptasi lingkungan yang baik
  • Tingkat ketahanan yang tinggi terhadap insidensi penyakit
  • Tidak cacat atau necrosis, dan lincah atau aktif berenang apabila dipindahkan ke wadah lain

Benih yang digunakan harus sudah cukup umur, yang dihasilkan dari kegiatan pendederan selama 30-60 hari (ukuran 1-5 gram).

Benih ukuran itu mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan menghindari predator. Selain itu, benih lebih baik bila seragam. Kemampuan dalam mendapatkan pakan relatif sama, sehingga dapat dicapai ukuran panen yang seragam.

Media Budidaya Udang Galah

Setelah menentukan lokasi yang tepat dalam budidaya udang galah, maka selanjutnya  media budidaya menjadi hal lain yang perlu dikerjakan. Adapun media budidaya udang galah yang ideal ialah:

  • Kolam terbuat dari kolam tanah dengan ketinggian 70 – 100 m dan luas 300 – 1000m2
  • Buatlah parit di sekitar kolam sedalam 50 cm dan lebar 30 cm untuk mencegah banjir serta genangan air
  • Masukkan pupuk kandang sebagai pakan alami lalu diamkan lebih dari 1 minggu hingga warna air kolam berubah
  • Ukur juga pH air dan tanah, pH yang direkomendasikan yaitu 6 hingga 7
  • Masukkan air secara bertahap. Sisakan ruang kosong setinggi 20 cm dari atas kolam
  • Debit air kolam untuk budidaya udang galah yaitu 0,5 hingga 1 liter per detik

Kualitas air memegang peranan yang sangat penting untuk kehidupan udang yang dipelihara. Kondisi optimal untuk pemeliharaan udang galah adalah: suhu air antara 27°C-30°C, oksigen terlarut minimal 3 mg/L, kesadahan 20-200 mg/L, dan pH 7,0-8,5.

Batas aman amonia (NH3) yaitu di bawah 0,1 mg/L. Kadar amonia yang mencapai 0,6 mg/L dapat mematikan udang.

Kontrol kualitas air dapat dilakukan pada pagi hari dengan berbagai alat dan indikator kit yang telah ada.

Bagi pembudidaya yang memiliki luasan dan modal terbatas, monitoring kelayakan air dapat dilakukan dengan mengamati perilaku udang, warna dan bau air, terutama di pagi hari.

Baca Juga: 5 Tips Mudah Ternak Ikan Lele dari Telur

Pemberian Pakan

Pemeliharaan udang galah perlu diberikan pakan tambahan, berupa pelet udang yang kadar proteinnya 28%-32%.

Hal ini dilakukan karena pemberian pakan alami tidak mampu menyuplai kebutuhan nutrisi dari udang galah apalagi bila tujuannya untuk budidaya komersial. Pemberian pakan tambahan diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan.

Untuk pemeliharaan secara monokultur, jumlah pakan tambahan yang diberikan dapat berjumlah 20% pada dua minggu pertama, menurun sampai 5% dari bobot badan total populasi, dengan frekuensi pemberian 4-5 kali sehari.

Untuk pemeliharaan secara polikultur, jumlah pakan tambahan yang diberikan mulai dari 6% menurun sampai 3%.


Itulah 4 langkah budidaya udang galah yang bisa Anda praktekkan. Bagaimana Sobat PTD? Apa kamu tertarik untuk mencobanya?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Teknologi Nanobubble, Ciptaan Sarjana S2 ITB Untuk Panen Udang Lebih Maksimal

Penulis: Suryadi Pappa

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • Khasani, I. 2008. Upaya Peningkatan Produktivitas dalam Usaha Pembesaran Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man). Media Akuakultur Volume 3 Nomor 1. Hal. 25 – 30.
  • Anonim. 2018. Cara Budidaya Udang Galah untuk Pemula Paling Mudah. Diakses dari : https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-udang-galah.

Sumber gambar utama: wikipedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.