olahan kelor

Mau tau informasi mengenai olahan kelor di Karawang? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Olahan Kelor yang Sukses

Mengubah Imej Petani

olahan kelor
detik.news.com

Baca juga: 1.593 Hektar Sawah di Aceh Gagal Panen Akibat Kekeringan

Menurunnya jumlah petani, ditambah lesunya minat anak muda bergelut di sektor pertanian, membuat Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris yang subur.

Terancam kehilangan mimpinya mewujudkan kedaulatan pangan di masa mendatang. Berdasarkan data BPS, dalam kurun 10 tahun (2003-2013), jumlah rumah tangga petani berkurang sebanyak 5 juta.

Dewasa ini penting mengubah imej petani dari yang selama ini diindentikkan dengan tua, miskin, pekerjaan kotor, kurang berpenghasilan menjadi petani muda, keren, menguntungkan, kekinian dan tentunya kaya.

Pertanian bukan hanya berkutat soal budidaya saja, tetapi dimulai dari proses bagaimana bisa mengolah hasil pertanian yang akan menimbulkan daya tarik baru bagi generasi petani muda.

Kampus juga diharapkan mampu memberikan inovasi terbarukan dengan dikembangkannya riset yang berkualitas untuk menghasilkan teknologi pertanian modern dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan produktivitas serta nilai tambah sektor agraris.

Demikian pula pemerintah perlu memberikan dukungan untuk mendorong terciptanya riset untuk diaplikasikan ke petani langsung. Bahkan saat ini digitalisasi pertanian sudah mulai diaplikasikan oleh petani di beberapa daerah.

Usaha Olahan Kelor di Karawang

olahan kelor
today.line.me

Baca juga: Inovasi Baru Daun Teh Gambir yang Menambah Pendapatan Petani

Pemberdayaan masyarakat menjadi fokus PT Pertamina (Persero) untuk berkembang bersama, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah perusahaan.

Seperti program Muka Agrijayadi di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang yang sukses memberdayakan petani dalam mengelola tumbuhan moringa atau kelor.

Program yang diinisiasi Pertamina sejak tahun 2018, melalui Fuel Terminal Cikampek ini, diawali dengan terbentuknya Kelompok Wanita Tani Sekar Arum.

Sebagian anggota kelompok adalah eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memiliki keinginan sama untuk berkarya di kampung halaman.

Kelompok Wanita Tani Sekar Arum telah beranggotakan 14 orang, dimana 11 di antaranya mantan TKI memilih mengembangkan tanaman moringa atau kelor.

Yakni jenis tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan kondisi panas ekstrim.

Kini sudah ada 13 varian makanan dengan moringa seperti aneka keripik, rengginang, kue dengan rasa moringa. Selain itu juga olahan bahan makanan dengan memanfaatkan bahan baku sumber daya lokal seperti nugget ayam dan chicken egg roll.

Dewi menjelaskan, berkembangnya Kelompok Tani Sekar Arum tidak bisa berjalan tanpa dukungan dan tekad warga untuk menjadi masyarakat mandiri.

Dari belajar budidaya pertanian, pengolahan makanan, hingga pengembangan sentra tanaman moringa disambut baik oleh masyarakat.

Tahun 2020 kelompok ini akan mengembangkan usahanya dimana produk unggulan warga berupa perkebunan moringga (kelor) akan diberdayakan untuk diolah menjadi makanan kemasan.

Sehingga Pertamina bersama dengan masyarakat dapat memberi nilai tambah, tidak hanya menyediakan hasil tani tapi juga mengolahnya untuk bisa langsung dikonsumsi.


Itulah informasi mengenai usaha olahan kelor di Karawang. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Kentang Sangkuriang Agrihorti Verietas Baru dari Balitbangtan

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.