Panduan Mudah Budidaya Nanas di Rumah

Hai! Apa kabar Petani Milenial Indonesia? Kali ini saya mau menulis tentang cara mudah budidaya Nanas yang bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, termasuk di pekarangan rumah.

Namun, sebelumnya kamu tahu tidak, Nanas sebagai salah satu komoditi hortikultura unggulan ini menjadi ikon dan oleh-oleh khas kota Pekanbaru, pokok e kalau berkunjung ke kota Pekanbaru, jangan sampai tidak membawa pulang Nanas.

Nanas yang ditanam umumnya varietas jenis Moris, buahnya tidak terlalu besar dan warna kuningnya sangat terang, sehingga menggugah selera. Selain itu, rasanya juga sangat manis dan tidak terlalu mengandung air. Bisa membuat ketagihan pokoknya.

Nanas sebenarnya bukan buah asli Indonesia, Nanas berasal dari Brasilia, kemudian menyebar ke Amerika, Malaysia, baru masuk ke Indonesia. Di Malaysia, bahkan ada Museum Nanas loeh saking populernya buah Nanas disana. Bagi masyarakat Indonesia, buah Nanas malah punya mitos tersendiri.

Baca Juga: Kenali 3 Penyakit Pada Nenas dan Pengendaliannya

Sebagian orang berpendapat bahwa wanita hamil tidak boleh memakan buah Nanas karena dapat menyebabkan keguguran. Ternyata itu semua mitos, justru wanita hamil dianjurkan memakan sepotong Nanas setiap hari untuk mendukung asupan vitamin bayinya.

Sebagai Milenial farmer, kamu harus bisa menanam Nanas sendiri karena budidaya Nanas itu mudah kok. Nanas Bisa ditanam dipekarangan rumah atau lebih simpel lagi ditanam didalam pot.

Syarat tumbuh Nanas sendiri dimulai dari ketinggian 0-1.000 mdpl dengan suhu 23-32 °C dengan PH tanah berkisar dari 4,5-6,5. Sementara untuk kebutuhan air, Nanas hanya memerlukan sedikit, Nanas cukup disiram 1-2 kali seminggu.

Langkah-Langkah Budidaya Nanas

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya Nanas di pekarangan rumah:

Persiapan Media & Wadah Tanam

Tahap awal, kita harus memilih dulu media tanam dan wadah tanam. Nanas bisa langsung ditanam di tanah dan bisa juga ditanam dalam pot, tergantung kondisi pekarangan.

Jika pekarangan yang kamu miliki cukup datar dan punya drainase yang baik, Nanas bisa ditanam di Pekarangan. Jika pekarangan sering tergenang air sebaiknya menanam Nanas di pot saja. Pilih pot dengan diameter sekitar 30-45 cm, supaya tanaman Nanas dapat berkembang dengan baik.

Nenas

Pemilihan Bibit Nanas & Penanaman

Ada beberapa metode untuk mendapatkan bibit Nanas yang berkualitas. Diantaranya bibit yang berasal dari stek dan mahkota Nanas. Cara memilih bibit Nanas cukup mudah.

Bibit dipilih dari tanaman Nanas yang buahnya sudah matang sempurna, bisa dilihat dari warnanya yang menguning orange. Mulus, tidak terkena hama dan penyakit.

Jika kamu ingin menggunakan bibit yang berasal dari mahkota, caranya pisahkan bagian mahkota dengan buah Nanas dengan memotong sedikit dibawah mahkota Nanas.

Baca Juga: Langkah Cepat Melakukan Pembibitan Nenas

Kemudian bersihkan bagian bawah mahkota dan tempatkan pada bagian tengah polibag (wadah tanam), dengan terlebih dahulu membuat lobang tanam dengan kedalaman 5-10 cm.

Jika menggunakan stek. Pilih bagian Nanas yang akan di stek, bagian mahkotakah atau bagian Batang semu tempat melekatnya mahkota. Pastikan bagian tersebut sehat dan berasal dari buah yang matang sempurna.

Ambil bagian mahkota atau Batang semu Nanas dan potong, kemudian tempatkan bagian tersebut pada wadah tanam, dengan terlebih dahulu membuat lubang tanam lebih kurang sedalam 3-6 cm tergantung besarnya potongan. Tempatkan 1/3 bagian didalam tanah, ¾ bagian lagi dipermukaan tanah.

Pemeliharaan

Nanas bukan tanaman yang manja, pemeliharaannya sangat mudah. Setelah stek atau mahkota berumur 7-14 hari akan terlihat pertumbuhan tunas baru, setelah 3-4 bulan lakukan pemupukan, sebaiknya gunakan pupuk kandang.

Tanaman Nenas

Panen dan Pasca Panen

Nanas bisa dipanen setelah berumur 2 – 3 tahun. Cara panennya juga cukup mudah, dengan memotong batang semu dibawah bagian buah Nanas. Untuk menghindari ganguan binatang, sebaiknya buah Nanas ditutup dengan karung atau kain saat buah tersebut separo matang.

Hama yang sering menyerang adalah tupai dan musang. Dengan menutup buah Nanas dengan karung atau kain, masa pematangan Nanas juga bisa menjadi lebih cepat.

Nanas, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan untuk bahan rujak dan ada juga yang menjadikannya bahan masakan. Belakangan ini Nanas juga dibuat menjadi selai, keripik Nanas dan Dodol.


Nah, gampang kan? Daripada membiarkan lahan pekarangan ditumbuhi semak ilalang atau rumput tidak bertuan, lebih baik ditaman berbagai tanaman, salah satunya Nanas. Tapi, ingat hati-hati bagi Ibu-ibu yang punya anak balita, sebaiknya tanaman Nanas dipagari karena daunnya berduri.

Sekian tulisan saya tentang budidaya nanas comous alias Nanas, semoga bermanfaat.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: 5 Teknik Bertanam di Lahan Sempit

Penulis: Sulassky

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.