Pemberian insentif lahan pertaniana

Tahukah kamu bahwa pemerintah akan mengadakan pemberian insentif lahan pertanian? Program ini dibuat sebagai wujud bantuan pemerintah bagi mereka yang memiliki sawah abadi ataupun termasuk didalam lahan sawah yang dilindungi (PLSD).

Pemberian insentif ini rencananya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara, dimana akan memberikan dalam berbagai aspek.

Baca Juga : Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dikawal Oleh Kementan

Adapun aspek yang dijadikan insentif oleh pemerintah adalah bantuan sarana dan prasarana pertanian, irigasi, percepatan sertifikasi, dan lainnya yang diatur dalam undang-undang.

Pemberian insentif ini dilakukan sesuai dalam pasal 18,19,20 dan 21 dalam Perpres No. 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 6 September 2019 dan diundangkan pada 12 September 2019.

Pemberian Insentif Lahan Pertanian Kepada Lahan Pertanian Abadi

Sarwo Edhy selaku Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian menekankan bahwa dibuatnya Perpres No.59/2019 ini menjadi langkah pemerintah untuk melindungi lahan agar tidak beralih fungsi.

Baca Juga : Upaya Kementan Untuk Mencetak Eksportir Muda Milenial

Diharapkan, berbagai perlindungan untuk mempertahankan lahan juga dilakukan oleh daerah yang peduli mengenai isu alih fungsi lahan tersebut dengan Peraturan Daerah setingkat Bupati.

Pemberian insentif lahan pertanian
Ilustrasi : Pemberian insentif lahan pertanian bagi lahan yang abadi sebagai langkah untuk mempertahankan ketahanan pangan.

“Pemerintah Daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk bisa mempertahankan daerah yang tingkat kesuburannya tinggi,” ujar Sarwo Edhy.

“Pemberian insentif itu selain upaya untuk melindungi sawah sebagai lahan pertanian berkelanjutan, juga untuk mengatasi alih fungsi lahan pangan. Khususnya sawah yang semakin meningkat, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi produksi padi dan mengancam ketahanan pangan nasional,” papar Sarwo Edhy.

Pemberian Insentif Untuk Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Dalam hakikatnya, pemberian insentif lahan pertanian yang abadi merupakan langkah dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi padi dalam negeri. Tentunya dengan percepatan penetapan PLSD dan pengendalian alih fungsi lahan sawah sebagai program strategis nasional.

Baca Juga : Upaya Kementan Menyelamatkan Petani Dari Mafia Pupuk

Suyus Windayana selaku Dirjen Hubungan Hukum Keagrariaan Kementerian ATR/BPN mengatakan bahwa insentif berupa sertifikasi diberikan karena belum semua sawah memiliki sertifikat. Oleh karena itu, survei terus dilakukan untuk pendataan lahan yang bersetifikat.

“Memang, belum semua sawah bersertifikat. Yang akan dijadikan fokus dalam hal ini adalah berdasarkan data lahan baku yang ada saat ini. Sementara dilakukan verifikasi, hasilnya akan menjadi acuan jika pemerintah memberikan insentiflain, seperti subsidi, karena datanya sudah valid dan jelas penerimanya,” kata Suyus.

Nah itu dia sedikit ulasan artikel pertanian mengenai pemberian insentif lahan pertanian oleh pemerintah. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?


Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.