Penyebab Indonesia Kesulitan Ekspor Sayuran

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai penyebab indonesia kesulitan ekspor sayuran.

Sayuran di Indonesia

Ekspor Sayuran
pixabay.com

Baca Juga : Meningkatnya Angka Nilai Tukar Petani (NTP)

Salah satu bagian terpenting dari subsektor hortikultura dan berpeluang untuk dikembangkan adalah sayuran.

Sayur-sayuran merupakan salah satu kelompok komoditas pangan yangbanyak mengandung vitamin dan mineral serta serat makanan yang sangatpenting bagi kesehatan.

Kuliner Indonesia yang beragam sangat berkaitan erat dengan melimpahnya sayur mayur yang tersedia.

Bahkan hampir di seluruh daerah terdapat masakan dengan bahan sayuran yang dapat ditemukan dengan mudah.

Seperti di Jawa Barat yang sudah memiliki ciri khas mengonsumsi sayuran mentah sebagai lalapan.

Nilai produksi sayuran di Indonesia masih lebih rendah dari konsumsi sayuran per kapita masyarakat.

Kekurangan kebutuhan sayuran saat ini dipenuhi oleh komoditas impor. Kurang lebih sebanyak 16 jenis sayuran masih harus diimpor. Kelebihan produk impor adalah kemasan yang baik dan beberapa diantaranya sudah bersih dari pestisida.

Sayuran dari Indonesia sebenarnya memiliki peluang ekspor yang baik. Beberapa negara di Kawasan ASEAN sudah mulai mendatangkan pasokan sayurannya dari Indonesia.

Penyebab Kesulitan Ekspor Sayuran

pixabay.com

Baca Juga : Apa itu Perjanjian Perdagangan Bebas Pada Produk Pertanian ?

Belum banyak perhatian pemerintah pada buah lokal, membuat budidaya buah lokal dalam skala besar masih sangat minim. Akibatnya, selain buah di dalam negeri harganya mahal, Indonesia pun dibanjiri buah impor yang harganya lebih murah, seperti buah impor China.

Meski memiliki areal pertanian dan perkebunan yang luas, namun produk-produk hortikultura Indonesia belum mampu berkontribusi banyak di pasar global.

Indonesia dilimpahi produksi sayuran dengan berbagai jenias, namun indonesia belum mampu meningkatkan ekspor sayuran.

Adapun beberapa penyebab yang membuat indonesia kesulitan ekspor sayuran sebagai berikut :

Luas Lahan Minim

Indonesia memang terkenal dengan luas lahan yang melimpah dan beragam budidaya yang bisa tumbuh baik.

Namun untuk saat ini banyaknya kegiatan mengalih fungsi lahan pertanian.

Hal inilah yang membuat produksi sayuran bisa menurun.

Kualitas Produk

Indonesia memang mampu menghasilkan produk sayuran, namun terkadang alam proses ekspor petani tidak memperhatikan kualita yang baik sesuai dengan permintaan negara luar.

Kualitas produk yang jelek dapat menghambat proses ekspor, dimana produk akan ditahanpada saat proses karantina. Hal ini tentu akan merugikan pihak yang terlibat dalamnya.

Cuaca dan Iklim

Cuaca dan iklim sangat mempengaruhi kualitas sayuran, karena budidaya sayuran sangat identik dengan cuaca dan iklim yang baik.

Apalagi saat ini cuaca dan iklim yang sangat suah diramal, menyebabkan banyak petani berhenti untuk meneruskan atau bergelut dengan satu komoditi.

Komoditi Yang Murah

Kita ketahui bahwa sayuran merupakan komoditi yang sangat mudah rusak, sehingga cenderung menghambat proses ekspor.

Dimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesesuaian antara permintaan dan produk yang dikirim.

Proses ekspor yang memakan waktu lama dapat merusak produk dan merugikan kedua belah pihak, dan hilangnya rasa kepercayaan konsumen.

Sayuran merupakan salah satu komoditi pangan yang sebenarnya mampu mengingkatkan pendapatan nasional negara.


Itulah informasi mengenai penyebab indonesia kesulitan ekspor sayuran. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca Juga : Generasi Muda Bangkitkan Bisnis Sektor Pertanian

Sumber : Liputan 6

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.