Perjuangan Petani Panen Sayur Saat Wabah Covid-19

Mau tau informasi mengenai petani panen ditengah wabah corona? Berikut Pak Tani Digital akan memmbagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Petani Panen Saat Wabah Covid-19

Panen Sayuran

panen
bantenbisnis.co

Baca juga: Akibat Corona Kopi Jadi Senjata Hadapi Pelemahan Ekonomi

Jumlah pasien positid Virus Corona (Covid-19) hampir setiap hari bertambah semakin banyak dibandingkan yang mengalami kesembuhan.

Berbagai tanggapan dan rekasi sangat beragam yang diberikan warga Indonesia, dari yang sangat panik, tenang bahkan ada yang tidak perduli dengan keadaan sekarang.

Hingga saat ini jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 adalah paling banyak di Asia.

Saat ini Indonesia sangat membutuhkan kerjasama antara pemerintah, tenaga medis dan warga agar bisa terlepas sari wabah covid-19.

Ditengah wabah virus corona terdapat slogan dari para medis “Kami disini bekerja untuk kalian dan kalian dirumah untuk kami” yang menunjukkan agar tetap selalu waspada dan saling bekerja sama.

Dalam kondisi seperti ini, Paguyuban Sumber Jaya Tani Cianjur, sebuah kelompok tani yang diinisiasi oleh PT Karya Masyarakat Mandiri (KMM) Dompet Dhuafa tetap bekerja demi menghasilkan pangan yang sehat.

Bermodalkan alat pelindung diri (APD), para petani tetap setia memanen hasil tanam mereka. Hingga kini kelompok tani tersebut sudah menghasilkan 42 jenis sayuran.

Adapun di antaranya tanaman horenzo, kentang merah, bengkoang dan masih banyak lagi.

Dengan hasil panen yang mencukupi serta meningkatnya kebutuhan pangan, para petani tidak menaikkan sedikipun harga penjualannya.

Apalagi banyak sayuran yang kami panen mengandung zat untuk meningkatkan daya imun tubuh, hal itu banyak di cari oleh masyarakat saat ini dengan merebak wabah corona.

Walaupun lagi wabah corona (Covid-19) para petani tetap berusahamemberikan panen yang terbaik.

Kalau bukan para petani yang berdiri paling deoan dalam memberikan hasil pertanian mau siapa lagi yang siap siaga memberikan makan.

Pahlawan Pangan

panen
tabloid.id

Baca juga: Melonjaknya Permintaan Jamu Corona di Pasaran

Diketahui program yang disebut Mustahik to Muzakki bertagar Green Horti Cianjur Dompet Dhuafa (M3) sudah berjalan dari tahun 2016.

Di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur .Dengan Para petani paguyuban juga sudah memiliki sertifikasi profesi dari Lembaga Sertifikasi Profesi ‘Ambisi’ di bawah kontrol BNSP.

Bisa dibilang dengan kondisi Indonesia saat ini. Mereka juga termasuk orang-orang yang berjasa dalam menanggulangi wabah COVID-19.

Sebagaimana tim medis, wartawan, dan lainnya. Bahkan mereka menjadi tulang-punggung dalam memberikan pasokan pangan kepada masyarakat di tengah krisis yang sedang terjadi ini.

Para petani juga punya slogan sebagi penyemagan mereka yaitu ” Kami harus tetap di sini merawat tanaman pangan untuk anda. Anda tetap di rumah untuk kami”

Semoga wabah ini cepat berlalu dan setiap manusia menyadari bahwa begitu pentingnya menjaga kesehatan serta lingkungan

Untuk diri dan alam kita kembali sepeti dulu kala, dimana setiap orang bebas melakukan apapun dengan batasan tertentu tanpa merusak alam.


Itulah inofrmasi mengenai para petani berjuang panen di tengah wabah covid-19. Semoga informasi yang diberikan dapat bermnafaat ya sobat PTD!

Baca juga: Virus Corona Membuat Kementan Gelar Pasar Murah

Sumber: Republika.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.