Perkebunan Teh Kayu Aro, Agrowisata yang Wajib Dikunjungi

Mau ketempat Agrowisata menarik? Ayo coba datang ke salah satu perkebunan teh, bukan hanya dapat pemandangan yang indah tetapi juga dapat ilmu. Berikut ulasan mengenai agrowisata perkebunan teh!

Perkebunan Teh Kayu Aro

perkebunan teh
jambinews.com

Baca juga: Padepokan Pandawa Lima, Agrowisata Peternakan & Perkebunan yang Cocok untuk Liburan

Kebun Teh Kayu Aro merupakan perkebunan teh tertua di Tanah Air dimana sudah ada semenjak masa penjajahan kolonial Belanda tahun 1925.

Perusahaan Belanda yang pertama kali memproduksi teh di sana adalah Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam dan merupakan kebun teh tertinggi dua kedunia setelah Darjeeling di kaki Gunung Himalaya yang berketinggian 4000 mdpl.

Setiap tahun, Perkebunan Teh Kayu Aro dapat menghasilkan rata-rata 5.500 ton teh hitam. Teh artodox grade satu (teh unggulan) ini diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara.

Lokasi Kebun Teh Kayu Aro

Perkebunan teh Kayu Aro adalah destinasi agrowisata terfavorit di Kabupaten Kerinci. Posisinya di kaki Gunung kerinci bagian selatan tepatnya di ujung terbarat Provinsi Jambi, 1400-1600 meter di permukaan laut.

Untuk sampai ke Kayu Aro jaraknya 434 kilometer atau dapat ditempuh perjalanan darat selama 8 jam dari Ibu Kota Provinsi Jambi, Kota Jambi.

Selain itu, juga dapat ditempuh dari Padang, Sumatra Barat dengan jarak tempuh sekitar 5 jam perjalanan darat.

Kelebihan Perkebunan Teh Kayu Aro

perkebunan teh
ayonongkrong.com

Baca juga: Upaya Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Melalui Agrowisata

Suhu udara di Kayu Aro berkisar antara 17-23ºC. Bahkan, suhu minimum di kawasan itu bisa mencapai 5ºC. Sehingga, untuk melengkapi sejuk dan segarnya udara pagi di sana lebih lengkap sambil menyeruput teh hangat asli daerah penghasilnya.

Wisatawan dapat mencoba memetik daun teh. Para pekerja teh di sana pun akan menyambut dengan ramah dan siap memandu.

Perkebunan Teh kayu Aro pun memproduksi salah satu teh hitam terbaik di dunia. Proses pengelolaan daun tehnya sampai saat ini masih menggunakan cara konvensional.

Serbuk-serbuk teh tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan pewarna tambahan. Untuk lebih menjaga kualitas teh hitam terbaiknya, pekerja dilarang untuk menggunakan kosmetik ketika mengolah teh.

Kabarnya di zaman dulu, teh kayu aro menjadi teh kegemaran Ratu Inggris dan Ratu Belanda. Ketika Indonesia akhirnya merdeka, perusahaan diambil alih negara dan hingga kini dipegang oleh PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN 6). Meski begitu, kualitas dan cara produksi masih dipertahankan.


Itulah informasi mengenai salah satu agrowisata yang wajib di kunjungi. Semoga bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Gundaling Farm Berastagi, Agrowisata Peternakan Sapi di Berastagi

Penulis: Rini Itona

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.