Apa upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia? Salah satunya adalah Agrowisata. Mengapa demikian?

Indonesia merupakan salah satu negara yang turut menyepakati program pembangunan berkelanjutan dalam rancangan SDGs (Sustainable Development Goals).

Pembangunan berkelanjutan secara komprehensif merupakan usaha kolaboratif semua elemen masyarakat, no one will be left behind, mengisyaratkan masyarakat global saling mengoptimalkan sumber daya melalui kanal regulasi nasional dan internasional.

Upaya mengurangi kemiskinan dan kelaparan di dunia masih menjadi pekerjaan rumah bagi setiap negara. Oleh karena itu, kebijakan strategis ekonomi terutama pangan menjadi prioritas dalam implementasi pembangunan.

Sektor pertanian Indonesia menjadi bagian penting pembangunan berkelanjutan dalam kaitannya dengan ketahanan pangan nasional, sesuai dengan tujuan SDGs nomor 2 yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik, dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Pertanian berkelanjutan dimaknai sebagai suatu sistem pertanian yang terintegrasi  antara renewable dan unrenewable resources, termasuk seluruh stakeholders dalam menunjang proses dan produksi pertanian  secara kuantitas dan kualitas. Di samping itu, pertanian berkelanjutan diarahkan juga pada sikap respect terhadap lingkungan.

Artikulasi keberlanjutan dapat dilakukan melalui metode penggabungan pertanian dan pariwisata atau kerap disebut sebagai agrowisata.

Baca juga: Agroedutourism IPB, Wisata Pertanian Edukatif yang Menarik

Pengembangan Agrowisata Sebagai Pendorong Pertanian Berkelanjutan

Agroedutourism IPB, Wisata Pertanian Edukatif yang Menarik
Agroedutourism IPB, Wisata Pertanian Edukatif yang Menarik

Agrowisata  memiliki multiple effect bagi pembangunan lokal dan nasional. Usaha ekonomi akan menjadi satelit yang mengorbit ketika sebuah destinasi wisata berdiri. Manajemen yang tepat sangat dibutuhkan dalam menggabungkan konsep wisata dan pertanian, sehingga persentase area pertanian tidak menjadi semakin kecil karena tergerus oleh spot wisata. Justru yang harus ditampilkan adalah orisinalitas pertanian yang akan menjadi pengalaman dan pengetahuan bagi wisatawan.

Konsep agrowisata yang sudah dikembangkan di Indonesia di antaranya area pesawahan di Cilacap yang menata pematangnya dengan rapi, dilengkapi dengan bunga dan kayu yang dapat dijadikan tempat berfoto. Kemudian, wisata alam agro sawah di Bogor, tempat ini menawarkan wisata pesawahan sekaligus edukasi mengenai pertanian dan praktiknya kepada para pengunjung.

Selain itu, di Bali yang terkenal dengan perkembangan pariwisatanya, telah lama mengembangkan Subak yaitu sistem pengairan sawah yang dilestarikan dari masa ke masa. Bahkan, Unesco menetapkan Subak sebagai warisan budaya dunia. Subak pun tak luput menjadi destinasi wisata di Bali. Agrowisata berkembang di Bali tanpa merusak tradisi budaya dan pertanian.

Agrowisata dalam rangka mencapai pertanian berkelanjutan pada konteks tujuan SDGs nomor 2, dapat dilaksanakan lebih luas melalui ekspansi produksi pasca panen yang dikemas dalam kegiatan ekonomi masyarakat seperti usaha kecil menengah (UKM) dan ekspansi inovasi intangible assets pertanian melalui pengelolaan landscape

Dengan demikian, amanat tujuan pertanian berkelanjutan yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi lebih baik lagi, harus direspon sebagai usaha aktif yang melibatkan seluruh masyarakat yang memiliki tujuan yang sama.

Baca juga: Gundaling Farm Berastagi, Agrowisata Peternakan Sapi di Berastagi

Pariwisata Berbasis Masyarakat

Kebun Kumara
Kebun Kumara, Agrowisata yang Menarik Kaum Muda untuk Bertani

Pelibatan masyarakat dalam agrowisata atau dalam konsep pariwisata disebut sebagai Community Based Tourism (Pariwisata Berbasis Masyarakat), yang merupakan konsekuensi logis bahwa masyarakat adalah owner pertanian secara lahir dan batin. Mereka mendapatkan kehidupan dari bertani dan jiwa mereka tumbuh bersama alam pertanian dengan segala musimnya.

Agrowisata dengan konsep CBT (Community Based Tourism) memiliki dimensi benefit yang luas selain mendukung pendapatan daerah dan nasional. Dari segi ekologi pun, lahan pertanian dapat lebih berkesinambungan melalui konservasi dalam agrowisata.

CBT melibatkan seluruh stakeholders yaitu pemerintah, swasta, akademis, media, dan masyarakat. Potensi mereka yang disatukan dalam wadah agrowisata dapat berubah menjadi kekuatan pertanian berkelanjutan yang berdampak signifikan.

Mewujudkan pertanian berkelanjutan memiliki pandangan pengelolaan yang disesuaikan dengan global order dimana teknologi digital dan inovasi menjadi ruh perkembangan usaha seluruh sektor. Pertanian menjadi sektor yang fleksibel dalam menyerap dinamika perubahan zaman, termasuk agrowisata dengan tetap kukuh pada tujuan pembangunan berkelanjutan yakni mengakhiri kelaparan melalui ketahanan pangan dan nutrisi.

Klik & Baca: Kebun Kumara, Agrowisata yang Menarik Kaum Muda untuk Bertani

Penulis: Farah Pramudita

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.