Prosedur Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan

Mau tau bagaimana prosedur benih tanaman perkebunan? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan

Tujuan Sertifikasi

sertifikasi benih
brindonews.com

Baca juga: 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

Sertifikasi benih bertujuan agar menjaga kemurnian varietas melalui pemeriksaan lapangan dan pemeriksaan asal usul bibit, memelihara mutu benih melalui pemeriksaan kesehatan benih.

Memberikan jaminan kepada pengguna benih tentang kepastian mutu bibit dan varietas yang akan digunakan, memberikan legalitas kepada produsen benih, bahwa benih yang dihasilkan terjamin kemurnian dan mutunya.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/KB.020/9/2015 tanggal 21 September 2015 tentang Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Perkebunan Pasal 13.

Bahwa Usaha produksi benih tanaman perkebunan wajib memiliki Izin Usaha Produksi Benih. Untuk memperolehnya produsen harus mengikuti tata cara Permohonan Izin Usaha Produksi Benih Tanaman Perkebunan melalui tahapan:

Rekomendasi sebagai Produsen Benih Tanaman Perkebunan

Melakukan permohonan rekomendasi diajukan oleh Produsen Benih secara tertulis kepada Kepala UPT Pusat/UPTD Provinsi yang menyelenggarakan tugas dan fungsi pengawasan dan sertifikasi benih tanaman perkebunan.

Dengan syarat permohonan Rekomendasi yaitu Akta pendirian usaha dan perubahannya (kecuali perseorangan), Surat Kuasa Pimpinan Perusahaan/ Pemilik (kecuali perseorangan).

Serta Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pimpinan Perusahaan/Pemilik atau yang dikuasakan dan Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Dalam mengeluarkan rekomendasi, UPT Pusat/UPTD melakukan evaluasi dan pengecekan terhadap:

  1. Kebun lokasi usaha;
  2. Alamat Perusahaan (kecuali perseorangan);
  3. Keterangan Jenis Komoditas, Varietas/klon, jenis benih, kelas benih yang diusahakan;
  4. Surat keterangan hak atas tanah (sewa/hak milik);
  5. Bukti memiliki/menguasai benih sumber.

    sertifikasi benih
    bertaniyok.com

Baca juga: Apakah Lahan Gambut Cocok untuk Perkebunan Sawit?

Izin Usaha Produksi Benih Tanaman Perkebunan

Produsen Benih harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk dengan syarat:

  1. pengajuan permohonan Izin Usaha Produksi Benih yaitu Akta pendirian usaha dan perubahannya (kecuali perseorangan); Surat Kuasa Pemilik atau yang dikuasakan (kecuali perseorangan)
  2. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik atau yang dikuasakan
  3. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Rekomendasi sebagai produsen benih yang diterbitkan oleh UPT Pusat/UPTD Provinsi yang menyelenggarakan tugas dan fungsi pengawasan dan sertifikasi benih tanaman perkebunan;

Dengan catatan dalam waktu lima belas hari akan diberi jawaban diterima atau ditolak dengan disertai alasan.

Apabila dalam jangka waktu 15 (lima belas) hari kerja tidak ada jawaban diterima atau ditolak permohonan dianggap diterima dan harus diterbitkan Izin Usaha Produksi Benih oleh Gubernur

Prosedur Pelayanan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan

  1. Pelanggan mengajukan permohonan sertifikasi
  2. Surat permohonan yang diterima Kepala Balai didisposisikan kepada Bidang Perbenihan untuk ditindaklanjuti
  3. BBPPTP berkoordinasi dengan Pelanggan
  4. Surat yang sudah didisposisikan ke Bidang Perbenihan kemudian diverifikasi kelengkapannya
  5. Surat permohonan yang tidak lengkap akan diinformasikan kepada pelanggan dan pelanggan secepatnya harus melengkapi agar dapat diproses lebih lanjut
  6. Surat permohonan yang lengkap akan ditindaklanjuti dengan surat balasan pelaksanaan sertifikasi
  7. PBT melakukan pemeriksaan lapangan (administrasi dan teknis)
  8. Lama waktu pemeriksaan tergantung luas areal yang diperiksa dan daerah tujuan
  9. BBPPTP Surabaya menyampaikan informasi benih yang diperiksa, memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat dan tagihan Jasa Pemeriksaan Lapangan (PNBP).
  10. PBT menyampaikan informasi hasil pemeriksaan lapang(draft sertifikat)
  11. Pencetakan sertifikat dilakukan setelah mendapat nota persetujuan dari Kepala Balai
  12. Informasi hasil dan jasa pemeriksaan lapangan (PNBP) disampaikan kepada pelanggan
  13. Pencetakan sertifikat maksimal 14 hari kerja setelah pemeriksaan lapangan
  14. Pembayaran dan penyampaian informasi setoran jasa pemeriksaan lapangan (PNBP)
  15. Pelanggan mengirim bukti setoran jasa pemeriksaan lapang (PNBP)
  16. Penyerahan Sertifikat Mutu Benih
  17. Pengiriman sertifikat dilakukan setelah menerima bukti setor dari pelanggan.
  18. Lama waktu pengiriman tergantung daerah tujuan.

Itulah informasi mengenai prosedur sertifikasi benih tanaman perkebunan. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Tips Menanam dan Memupuk Tanaman Kopi yang Efektif

Penulis: Rini Itona

Sumber : KEMNTAN DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.