Tips Menanam dan Memupuk Tanaman Kopi yang Efektif

Tips

Written by:

Tentunya kita semua sudah sangat familiar dengan kopi kan? Ya, produk perkebunan ini merupakan salah satu minuman yang sangat populer selain teh. Selain itu, kopi juga dimanfaatkan di bidang kecantikan, misalnya digunakan untuk lulur.

Jika Anda kreatif, banyak yang bisa dimanfaatkan dari tumbuhan ini, tidak hanya biji kopinya saja, namun daunnya juga dapat dimanfaatkan menjadi minuman yang biasa dikenal dengan ‘coffe leaf tea’. Jadi, daripada hanya dibuang saat pemangkasan, daun kopi dapat dimanfaatkan menjadi produk minuman lainnya.

Indonesia sendiri merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Jenis kopi yang ditanam di Indonesia antara lain arabika, robusta, dan liberika. Kopi arabika berdaun kecil dan tebal dan ditanam pada ketinggian 1000-1500 mdpl, kopi robusta berdaun lebar dan tipis dan ditanam pada ketinggian 40-900 mdpl, kopi liberika berdaun lebar dan tebal dan umumnya ditanam pada lahan gambut.

Baca juga: Fakta! Kebun Kopi Indonesia Terluas, di atas Brazil dan Vietnam

Tips Menanam Kopi yang Tepat

Secara umum, kopi sebaiknya ditanam di daerah dengan curah hujan 1500-3500 mm per tahun dan di daerah dengan bulan kering (curah hujan kurang dari 60 mm/bulan), maksimum 3 bulan.

Contoh kopi Arabika tipe iklim kering dengan ketinggan 900 mdpl adalah S 795 dan Gayo I. Tipe iklim kering dengan tinggi tempat lebih dari 1000 mdpl, contohnya Andungsari 2K dan Komasti. Tipe iklim kering dengan tinggi tempat lebih dari 1250 mdpl, contohnya Andungsari 1K dan Gayo 2. Selain itu, contoh kopi Arabika tipe iklim basah dengan ketinggian lebih dari 100 mdpl adalah Sigarar Utang.

Sedangkan, untuk jenis kopi robusta, tipe iklim kering dengan ketinggian 0-900 mdpl antara lain BP 936, BP 939, BP 409, BP 534. Tipe iklim basah dengan ketinggian 0-900 mdpl yaitu BP 436, BP 538, BP 936, dan BP 534.

Baca juga: Karakteristik Kopi Robusta yang Perlu Anda Ketahui!

Tanaman Kopi

Sumber: ahlikopilampung.com

Cara memilih kopi yang akan dibudidayakan adalah memilih sesuai dengan kondisi lingkungan penanamannya. Jika lahan yang ditanami terdapat banyak cacing nematoda pada akar, maka bibit harus disambung dengan batang bawah yang tahan nematoda seperti klon Robusta BP 308. Apabila berniat untuk jarang melakukan pemupukan, maka pilih kopi yang tahan terhadap kondisi tanah yang miskin nutrisi seperti Arabika S 795 atau Gayo I.

Tips Memupuk pada Tanaman Kopi

Produksi dan mutu kopi umumnya dipengaruhi oleh faktor varietas, tinggi tempat penanaman, pengelolaan kebun, pemupukan, teknik panen, dan teknologi pasca panen. Untuk pemupukan sendiri, tanaman kopi dipupuk dengan tujuan:

  1. Meningkatkan mutu.
  2. Agar produksi stabil dan
  3. Mengatasi keadaan ekstrim seperti kekeringan.

Pupuk diberikan 2 kali dalam setahun, yaitu pada saat awal musim hujan dan akhir musim hujan. Selain itu, pengaplikasiannya disesuaikan dengan jarak tanamnya. Berikut ini adalah aturan pemberian pupuk pada tanaman kopi.

  1. Jika jarak tanam lebih dari 1 meter, maka pupuk diaplikasikan secara melingkar dengan jarak 30-40 cm dari batang dengan kedalaman penempatan 2-5 cm.
  2. Jika jarak tanam lebih kecil dari 1 meter dan dengan sistem pagar, maka pupuk diletakkan dalam jalur lurus diantara barisan kopi dengan jarak 30-40 cm dari batang.
  3. Sebelum mengaplikasikan pupuk, gulma atau rumput di sekitar kopi dibersihkan terlebih dahulu. Setelah ditabur, pupuk ditutup dengan tanah.
  4. Pada pemupukan bibit, umumnya dilakukan secara massal dengan mencairkan pupuk yang kemudian diaplikasikan bersamaan dengan penyiraman.

Nah, demikianlah aturan pemberian pupuk pada tanaman kopi, semoga bermanfaat ya! Selain itu, kita juga perlu mengetahui syarat hidup tanaman kopi sehingga dapat dibudidayakan dengan maksimal dan mendapatkan panen berlimpah.

Baca juga: 4 Masalah pada Tahap TBM Kopi dan Cara Mengatasinya

Penulis: Nevy Widya Pangestika
Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Sumber :

  1. Rekomendasi Pemupukan Umum Karet, Kelapa Sawit, Kopi dan Kakao oleh M. Anang Firmansyah, Penelitian di Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian di Kalimantan Tengah.
  2. Budidaya dan Pemeliharaan Tanaman Kopi di Kebun Campur oleh Retno Hulupi dan Endri Martini, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.