resesi

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai resesi ekonomi Indonesia yang terjadi saat pandemi Covid-19

Resesi Ekonomi

Dampak pandemi Covid-19 di sektor ekonomi telah dirasakan oleh banyak orang.

Banyak orang mengalami mengalami pemutusan hubungan kerja, pemotongan gaji, bahkan yang bekerja di sektor informal juga turut terdampak. Keadaan inilah yang disebut dengan resesi.

Apa itu Resesi ?

resesi
pixabay.com

Baca juga: PDB Sektor Pertanian Positif Saat Ekonomi RI Terpuruk

Resesi diartikan sebagai kondisi di mana produk domestik bruto (GDP) mengalami penurunan atau pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal secara berturut-turut atau lebih dari satu tahun.

Secara singkatnya adalah kelesuan atau kemerosotan, resesi mengakibatkan penurunan secara simultan pada setiap aktivitas di sektor ekonomi.

Di mana ekonomi secara resmi jatuh ke dalam resesi tergantung pada berbagai faktor.

Negara dikatakan maju apabila memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi, yang ditunjukkan oleh nilai produk domestik bruto atau pendapatan nasionalnya.

Maka dari itu, bidang ekonomi sangat berperan terhadap perkembangan dan kemajuan suatu negara. Tak dipungkiri ada kalanya perekonomian suatu negara memasuki masa resesi.

Perekonomian dunia mengalami kondisi ketidakpastian imbas pandemi virus Corona (COVID-19).

Begitu juga dengan perekonomian Indonesia yang diprediksi kuat pada kuartal II-2020 ini mengalami kontraksi.

Dikatakan bahwa dalam peluncuran laporan Bank Dunia untuk ekonomi Indonesia edisi Juli 2020, tak ada jaminan bagi ekonomi Indonesia terbebas dari resesi.

Dapat terlihat nyata, Indonesia mengalami resesi dengan melihat tanda-tanda seperti penjuakan yang merosot turun bahkan hampir anjlok, pusat perbelanjaan yang  besar seperti mal yang sepi.

Yang membuat masyarakat sulit memenuhi kebutuhannya ditambah lagi di dunia perbankan terjadi peningkatan angka kredit macet alias non performing loan (NPL).

Sementara, di Pemerintah dapat dilihat dengan meningkatnya angka utang luar negeri.

Keadaan Sektor Pertanian Saat Pandemi

gabah
pxhere.com

Baca juga: Tarif PPN Produk Pertanian Tertentu Menjadi Turun

Selain itu, sektor pertanian, kehutanan, kelautan pun mengalami pertumbuhan sebesar 9,46% pada kuartal I 2020 jika dibandingkan dengan kuartal IV/2019.

Hal itu dipicu masa tanam yang dimulai pada akhir Desember 2019 dan adanya masa panen pada Februari dan Maret 2020.

Sektor pertanian merupakan daya ungkit pada perekonomian kuartal II 2020 mengingat dengan bukti kontribusinya yang cukup besar pada kuartal I.

Indikator lain yang menunjukkan peningkatan kontribusi sektor pertanian adalah peningkatan ekspor pertanian pada bulan April lalu.

Di tengah pandemi covid-19 yang melemahkan ekonomi dan juga kinerja ekspor secara nasional, sektor pertanian justru menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan ketimbang tahun lalu.

Data BPS menyebutkan bahwa ekspor pertanian tetap menunjukkan kinerja yang baik pada April 2020 dengan nilai US$0,28 miliar atau tumbuh sekitar 12,66 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.


Itulah informasi mengenai keadaan sektor pertanian saat resesi ekonomi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Harga Gabah Meningkat Saat Pandemi Covid-19

Sumber: Kompas.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.