Santri Pesantren Ini Bertani dengan Membudidayakan Anggrek

Baturraden, apakah bisa suatu generasi membentuk kader-kader yang tentu sangat berambisi dan kompeten dalam menekuni profesi sebagai petani? Tentu hal ini sangat bisa dibentuk dengan semangat, ambisi, dan motivasi yang tinggi dalam menjalani setiap proses belajarnya. Dalam hal ini, pembelajaran mengenai kegiatan pertanian telah diberikan kepada santri-santri pesantren yang ingin bertani atau memiliki bakat dan minat dalam pertanian.

Pesantren ini bernama Pesantren Mahasiswa An-najah yang berlokasi di Dusun Brobahan, Desa Kutasari Kecamatan Baturraden. Dalam proses mendidik, santri-santri pesantren dengan bakat dan minat bertani direspon oleh Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Hubungan diantaranya terus terjalin dengan memberikan fasilitas berupa infrastruktur, dana, hingga bibit dan media tanam yang jelas ini selain untuk mewadahi kegiatan santri, juga untuk melatih bagiamana menjadi petani muda yang sukses.

Membudidayakan anggrek

Menjadi petani tidak selamanya hanya mencangkul saja di lahan ataupun di sawah. Beberapa teknik pertanian modern pun telah dikembangkan seperti hydroponic, aeroponic, dan sebagainya. Selain itu, pertanian tidak hanya terfokus pada pertanian konvensial dengan menanam jenis sayuran saja. Contohnya adalah budidaya Anggrek yang dibudidayakan oleh beberapa santri pesantren Mahasiswa An-Najah. Hal ini sangat direspon baik mengingat banyaknya para pengusaha tanaman hias dalam mencari bibit-bibit Anggrek ataupun untuk konsumen lokal yang cinta terhadap tanaman hias jenis Anggrek ini.

Kebun Anggrek Santri Pesantren An-Najah

Jenis Anggreknya tentu beragam, mulai dari jenis Anggrek Bulan, Anggrek Pandan, Anggrek Dendrobium, dsb. Meskipun jumlahnya terbilang masih sedikit, tapi ini tidak mengurangi sedikitpun semangat santri dalam merawat dan membudidayakan Anggrek. Pada awalnya, bibit Anggrek ini didapatkan melalui pembelian secara online dengan bibit yang berasal dari Kota Malang, karena di Baturraden sendiri belum ada jadi masih mengambil dari luar kota.

Kegiatan ini sudah berjalan lebih dari dua tahun dan kurang lebih ada 100 bibit yang sudah dewasa dan 200 bibit yang berusia 3 bulan. Tentu kegiatan ini sangat menyenangkan di sela-sela kesibukan kami sebagai santri pesantren sekaligus mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Purwokerto. Tentu menjadi tempat refreshing karena sejenak bisa membawa diri pada area hijau yang membuat pandangan mata segar kembali.

Berambisi sebagai petani muda

Menjadi sukses tentu adalah hal yang sangat mungkin terjadi apabila diiringi dengan do’a. Selain itu, usaha serta keterampilan yang terus dikembangkan adalah motivasi dan apresiasi. Tentu itu akan menjadi nilai tambahan tersendiri sebagai feedback atas usaha yang telah dilakukannya.

Menjadi petani muda adalah kecintaan tersendiri pastinya apalagi dalam menjalankan kegiatan ini tidak sendiri, ada beberapa teman-teman santri yang tertarik melihat kegiatan ini sangat kreatif dan memberikan inspirasi bagi mereka. Tentu perlu perjuangan pula tapi yang harus digarisbawahi adalah untuk menjadi petani yang sukses, tidak harus menunggu tua terlebih dahulu, bisa dimulai dari usia muda dan sekaligus dalam ranah pendidikan apapun.

Tempat Budidaya Anggrek Santri Pesantren An-Najah
Kebun Anggrek Pesantren An-Najah

Saya M. Fauzi sebagai Mahasiswa di IAIN Purwokerto. Saya juga sebagai santri pesantren dan aktivis pertanian di Pondok Pesantren Mahasiswa An-Najah. Hobi saya membaca buku, menulis, dan tak lupa bertani. Banyak inspirasi yang hadir dalam kegiatan pertanian. Saya sangat suka dan berkeinginan menjadi Agrobisnis dan Tokoh Politik yang tentu sangat ingin mengangkat citra dan derajat petani.

Semoga kisah santri pesantren yang bertani ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain.

Baca juga: Ini Dia Mahasiswa Pascasarjana, Gita Yuliarti, yang Menekuni Hidroponik

Penulis: M. Fauzi
(Santri Pondok Pesantren Mahasiswa An-Najah & Mahasiswa IAIN Purwokerto)

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.