Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai strategi petani menghadapi perubahan cuaca.

Perubahan Iklim

Apa Itu Perubahan Iklim

Pixabay.com

Baca Juga : Ada Beberapa Kunci Sukses Berbisnis Kedai Kopi

Pengertian perubahan iklim adalah perubahan besar dalam suhu, curah hujan, pola angin, di antara efek-efek lain, yang terjadi selama beberapa dekade atau lebih.

Pengukuran perubahan iklim dalam penggunaan International Panel on Climate Change (IPCC) mengacu pada perubahan keadaan iklim yang dapat diidentifikasi.

Misalnya melalui menggunakan uji statistik, oleh perubahan mean dan atau variabilitas sifat-sifatnya, serta berlangsung selama jangka waktu panjang.

Biasanya dalam ukuran dekade atau lebih. Ini mengacu pada setiap perubahan iklim dari waktu ke waktu, apakah karena variabilitas alam atau sebagai akibat aktivitas manusia.

Penggunaan ini berbeda dibandingkan yang digunakan oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

Dalam Kerangka Kerja PBB, perubahan iklim mengacu pada perubahan yang dikaitkan secara langsung atau tidak langsung pada kegiatan manusia yang mengubah komposisi atmosfer global.

Pengertian itu tidak terkait dengan variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu tertentu.

Aktivitas manusia menjadi pemicu dasar perubahan iklim ini.

Para ilmuwan sepakat bahwa sebagian besar kerusakan lingkungan seperti hutan gundul, kekeringan, air laut naik dan gunung es mencair, memicu pemanasan global yang merupakan akibat ulah manusia.

Strategi Yang DIlakukan Petani

pixabay.com

Baca Juga : Berikut Kendala Petani Saat Pemasaran Hasil Produksi

Strategi yang ditempuh Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim pada sektor pertanian adalahsebagai berikut.

Adaptasi dan mitigasi dilakukan secara simultan, tetapi prioritas mitigasi lebih banyak diarahkan pada subsektor perkebunan, sedangkan adaptasi lebih diprioritaskan pada sub sektor pangan.Alasannya:

(1) pada umumnya manfaat mitigasi tidak bersifat langsung dan cenderung bersifat jangka menengah– panjang

(2)adaptasi berkenaan langsung dengan kehidupan sehari-hari sehingga pemecahan masalah jangka pendek tidak dapat ditunda

(3) potensi penurunan emisi gas rumah kaca yang dapat dicapai melalui aksi mitigasi pada sub sektor perkebunan lebih besar dari pada sub sektor pangan.


Itulah informasi mengenai strategi petani menghadapi perubahan cuaca. Semoga Informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!.

Baca Juga : Beberapa Dampak Pemupukan Yang Berlebihan Terhadap Tanah

Sumber : Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.