Teknologi RAS Untuk Peningkatan Industri Benih Ikan

Mau tau mengenai teknologi RAS untuk benih ikan? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Teknologi Ras Industri Benih Ikan

Keunggulan Teknologi RAS

teknologi RAS
mangabay.co.id

Baca juga: Cara Melakukan Pembenihan Ikan Patin dengan Teknik Kejutan Suhu

Kelebihan dari Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat tebar hingga 7 kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional.

Teknologi ini juga mampu memangkas masa pemeliharaan, menaikkan tingkat kelulusan hidup dan tingkat keseragaman ukuran.

Selain itu, dapat menjadi solusi mengatasi permasalahan kebutuhan benih ikan di seluruh Indonesia karena teknologi pembenihan sistem Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat tebar hingga 28 – 30 ekor per liter.

Sistem ini juga memangkas masa pemeliharaan benih menjadi relatif lebih pendek yaitu 30 hari dapat mencapai ukuran 2 – 4 cm.

Dengan tingkat kelulusan hidup mencapai 95% dan tingkat keseragaman ukuran hingga 90%. Produktivitas produksi dengan teknologi RAS dapat naik hingga 140 kali lipat dibanding konvensional.

Perikanan budidaya komoditas air tawar yang berada di Tatelu, termasuk yang terbesar di Indonesia karena ditunjang oleh potensi alam terutama kualitas air yang baik.

Serta antusiasme masyarakat yang tinggi untuk melakukan aktifitas budidaya. Namun, ada beberpa masalah yang timbul yaitu harga pakan dan ketersediaan benih unggul.

Saat in penggunaan teknologi RAS di BPBAT Tatelu sudah mampu melayani kebutuhan hampir di seluruh Sulawesi Utara, bahkan beberapa daerah di luar Sulawesi seperti Ambon

Harapan Penggunaan RAS

teknologi RAS
trubus.id

Baca juga: Panduan Mudah Budidaya Ikan Mujair di Kolam Terpal

Penyebab dari kenaikan harga benih adalah kondisi wilayah, jarak pengantaran serta ketersediaan yang belum merata,

sebenarnya akan dapat teratasi jika memperbanyak penggunaan teknologi RAS di seluruh Indonesia.

Khususnya di sentra produksi perikanan budidaya, jika ini terus berkelanjutan maka dimasa yang akan datang akan mendapatkan benih secra gratis.

Dengan harapan masyarakat memanfaatkan keberadaan BPBAT Tatelu sebagai pusat edukasi untuk masyarakat serta sumber pemecahan masalah yang dihadapi dalam berbudidaya.

Selain itu KKP sudah bekerjasama dengan pihak swasta untuk membangun industri pakan ikan dan ternak di Sulawesi Utara untuk melakukan studi kelayakan.

Untuk membangun industri ini di Bolaang Mongondow dimulai dengan membangun silo untuk menampung jagung dan bahan baku pakan lainnya

Keunggulan lainnya adalah RAS akan lebih aman dari pencemaran yang terjadi di luar lingkungan perairan sehingga sanitasi dan higienitasnya lebih terjaga serta ramah lingkungan.

Selain itu, pemeliharaan yang mudah, stabilitas kualitas air lebih terjaga dan penggunaan air lebih hemat akan menjadikan teknologi pembenihan ikan intensif

Ini sebagai primadona baru seperti komoditas nila, lele, patin dan gurame menurut data sementara, produksi perikanan budidaya air tawar tahun 2019 mencapai 76.321 ton.

Khusus di BPBAT Tatelu, hingga akhir tahun 2019 mencatatkan produksi benih ikan air tawar sebanyak 10,8 juta ekor yang  dipergunakan untuk bantuan kepada kelompok pembudidaya.

Dan kegiatan restocking. Sedangkan untuk induk dan calon induk ikan, produksi yang dihasilkan mencapai 151.033 ekor.


Itulah informasi mengenai teknologi RAS untuk industri pembenihan ikan. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Ingin Ternak Lele? Ketahui Cara Pembenihan Ikan Lele Ini

Sumber: KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN RI

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.