6 Tips Menerapkan Sistem Mina Padi di Indonesia

Mina padi merupakan perpaduan tanaman padi dan perikanan dalam satu lahan. Mina padi dapat diterapkan melalui pemanfaatan irigasi sawah dengan melakukan pemeliharaan ikan atau udang pada lahan yang ditanami padi saat usia tertentu. Selain itu, mina padi hanya bisa dilakukan pada lahan yang memiliki irigasi baik dan genangan sawah tidak boleh surut secara berlebihan atau bahkan sampai mengering.

Selain keuntungan dari tanaman padi, petani juga mendapatkan keuntungan dari hasil pembesaran ikan sekaligus mengurangi biaya pestisida dan pupuk. Namun, penggunaan aliran irigasi lahan tidak boleh tercemari. Nah, terdapat 6 tips yang perlu diketahui untuk menerapkan sistem mina padi di Indonesia, yaitu sebagai berikut.

Mempersiapkan Lahan Sawah

Sistem mina padi harus diawali dengan pembuatan lahan sawah, pembuatan drainase sistem pembuangan, dan pembuatan jalur irigasi masuk ke lahan sawah. Untuk pengelolaan tanah dan pembajakan, bisa dilakukan dengan cara modern yaitu menggunakan traktor maupun secara manual. Sebaiknya, tanah dibajak agak dalam, kurang lebih 60 cm dari pembatas pematang sawah layaknya kolam biasa.

Sistem Pemupukan

Pupuk yang diberikan haruslah pupuk organik supaya plankton-plankton bisa berkembangbiak yang akan dijadikan makanan ikan nantinya. Pupuk yang diberikan sebaiknya kotoran ayam karena tidak mengandung zat hara yang tinggi.

Pupuk organik diberikan sebanyak 1-2 ton per hektar. Selain kotoran ayam, petani juga bisa menggunakan pupuk buatan jenis NPK dengan takaran sesuai label. Jika menggunakan pupuk buatan, maka petani tidak boleh sampai melewati batas sedikit pun dari dosis yang tertera di label karena akan berpengaruh terhadap kehidupan ikan nantinya.

Baca juga: Sistem Mina Padi, Kombinasi Lahan Sawah dengan Budidaya Ikan

Jenis Ikan dan Padi

Menerapkan Sistem Mina Padi
Sumber: Wikipedia

Semua jenis padi yang dipilih adalah jenis padi yang tahan terhadap genangan pada awal pertumbuhan tunasnya serta berakar kuat dan lebat. Jenis padi yang cocok untuk sistem mina padi adalah jenis ciherang dengan menggunakan 2:1 sampai 4:1 untuk jarak penanaman.

Sedangkan, jenis ikan yang dipilih adalah jenis ikan yang pertumbuhannya cepat, tahan terhadap penyakit, banyak diminati konsumen, harga jual yang tinggi, dan berwarna cerah. Tidak semua jenis ikan dapat dibesarkan di lahan tanaman padi. Ikan yang tidak bersifat hidup di dalam lumpur yaitu ikan nila, mujair, emas, koi dan lain-lain.

Penebaran Benih Ikan

Penebaran benih ikan yang tepat yaitu ketika tanaman padi sudah mencapai 30 HST (hari setelah tanam) atau setelah pemupukan. Jumlah ikan sendiri berjumlah 1000 – 2000 ekor/ha dan ditebarkan pada sore atau pagi hari.

Pengaturan irigasi keluar masuk air sangat penting. Jika air terlalu tinggi, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan padi dan jika air terlalu rendah juga, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan. Buatlah desain pintu keluar dan masuk air sebaik mungkin dan disertai pemasangan jaring/kawat.

Pemeliharaan Ikan dan Pemberian Pupuk Padi

Ikan diberi makan jarak 3 hari setelah penebaran dan jenis pakan apung diberikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Pupuk padi sebaiknya diberikan setelah ikan berumur 3 minggu dan menggunakan pupuk organik kotoran ayam.

Pemanenan Sistem Mina Padi

Pemanenan padi dilakukan setelah 90% tanaman padi menguning dan ikan dipanen 10 hari sebelum padi dipanen. Pemanenan ikan sendiri dapat dilakukan dengan cara mengeringkan lahan sawah dan diberi jaring pada jalur keluar irigasi, bisa juga menggunakan alat penangkap khusus.

Baca juga: 3 Teknologi Peningkatan Produksi Padi

Penulis: Irjaun Naim


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.