8 Tips Sukses Tanam Jeruk di Dalam Pot

Jeruk merupakan salah satu buah tropis yang sangat digemari oleh masyarakat. Hal ini karena ragam manfaat yang dihadirkan oleh jeruk, mulai dari kandungan vitamin C yang tinggi hingga berbagai nutrisi lainnya seperti kalori, serta, dan mineral. Oleh karena itu, tak heran jika tanam jeruk di dalam pot mulai digemari saat ini.

Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, rata-rata nilai impor jeruk selama periode tahun 2007-2014 meningkat hingga 93,33% per tahun. Jadi, daripada membeli jeruk impor, tidak ada salahnya untuk mencoba menanam jeruk sendiri.

Saat ini, menanam jeruk cukup mudah karena tidak harus membutuhkan lahan yang luas. Seperti yang sudah disebutkan, selain bisa ditanam di lahan, ternyata jeruk juga bisa ditanam di dalam pot.

Cara Mudah Tanam Jeruk di Dalam Pot

Mungkin menanam jeruk di dalam pot terdengar asing. Namun, jika Anda mengetahui cara-caranya, tanam jeruk di dalam pot bukanlah sesuatu yang mustahil. Lalu, apa saja tahap-tahap yang harus dilakukan? Ini dia ulasannya.

Persiapan Media Tanam

Media tanam utama yang dibutuhkan untuk menanam jeruk di dalam pot yaitu campuran tanah, pupuk, dan pasir. Masukkan media ke dalam pot. Setelah itu, lubangi bagian tengah media tanam, lalu tambahkan pupuk kandang atau pupuk KCL dengan perbandingan 2:2:1.

Pastikan juga media tanam berada dalam kondisi lembab sebelum bibit dimasukkan. Agar bibit jeruk dapat tumbuh optimal, sebaiknya gunakan pot berbahan kayu, plastik, ataupun porselen.

Pemilihan Bibit Jeruk

Setelah media tanam siap, langkah selanjutnya yaitu pemilihan bibit jeruk berkualitas. Bibit yang cocok digunakan untuk kegiatan tanam jeruk di dalam pot adalah bibit hasil okulasi.

Tidak perlu bingung, Anda bisa mendapatkan bibit jeruk okulasi di toko tanaman. Bibit hasil okulasi memiliki kualitas yang bagus, sehingga pohon jeruk nantinya dapat tumbuh subur dan tidak gampang mati.

 

Penanaman Bibit

Jeruk di dalam Pot

Agar bibit jeruk dapat tumbuh subur, Anda tidak bisa asal menancapkan bibit begitu saja. Ada beberapa teknik yang harus diperhatikan, terutama ketika menanam jeruk di dalam pot. Apa saja itu?

  • Periksa kondisi pot terlebih dahulu, jika bagian dasarnya memiliki lubang yang sangat besar maka tutupi dengan pecahan batubata atau genting. Fungsinya agar pupuk dan air yang diberikan nantinya tidak luruh keluar dari pot.
  • Setelah ditutupi dengan pecahan genting atau batu bata, isi sepertiga bagian pot dengan media tanam yang telah disiapkan.
  • Pangkas bagian akar bibit jeruk okulasi sebelum ditanam untuk mempercepat pertumbuhan akar baru
  • Lubangi bagian tengah media tanam, dan masukkan bibit kedalam lubang media tanam. Tutup kembali lubang media hingga seluruh bagiannya tertutupi.
  • Siram bibit dengan air secukupnya hingga tanah lembab. Hindari menyiram bibit secara berlebihan karena kemungkinan bibit akan membusuk dan kemudian mati.

Baca Juga: Kisah Agus Suprapto yang Sukses Berbisnis & Mengekspor Jeruk

Pemupukan Jeruk

Tanaman jeruk sendiri membutuhkan 3 kali pemupukan di tahun pertama yaitu pada usia 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Anda bisa menggunakan pupuk organik maupun non organik. Cara pemupukan yang tepat yaitu dengan menaburi pupuk di sekitar tanaman lalu menutupnya dengan tanah setebal 10 cm.

Walaupun Anda lebih dianjurkan menggunakan pupuk organik, namun pemberian pupuk non-organik seperti urea, TSP, dan KCL juga diperbolehkan asal dilakukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Pengairan Bibit Jeruk

Selain pemupukan, proses pengairan juga jangan sampai dilupakan. Namun, agar perkembangannya optimal, proses pengairan juga tidak bisa sembarang dilakukan.

Beberapa hal yang harus dilakukan selama proses pengairan antara lain:

  • Pada masa awal penanaman, pengairan dilakukan sebanyak2 kali sehari yaitu pagi hari saat matahari belum terlalu terik dan juga sore hari saat udara sudah tidak terlalu panas.
  • Jika memasuki musim kemarau dimana udara sangat panas, maka pengairan dapat dilakukan sesering mungkin agar tanaman tidak mati karena kekeringan.

Penyiangan Gulma

Gulma merupakan tanaman liar penggangu. Jika tidak dibersihkan, gulma tentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman jeruk.

Proses penyiangan gulma dapat dilakukan selama 3 minggu sekali. Namun, Anda perlu melakukan penyiangan dengan hati-hati akar tidak merusak perakaran jeruk.

Pengendalian Hama & Penyakit

Serangan hama dan penyakit juga membutuhkan perhatian yang penting. Untuk mencegah serangan hama, baik yang menular ataupun tidak, Anda bisa melakukan penginfusan dengan teramycin.

Selain itu, lakukan juga pemangkasan daun dan ranting sedini mungkin untuk mencegah meluasnya serangan hama.

Baca Juga: Jamu California Ampuh Atasi Jamur Batang pada Tanaman Jeruk

Pemanenan Buah Jeruk

Buah Jeruk

Buah jeruk dapat dipanen ketika memasuki usia 8 bulan. Ciri-ciri buah yang sudah dapat dipanen yaitu berwarna kuning, bagian bawah buah terasa lunak, dan jika dijentikkan dengan jari tidak bersuara nyaring.

Beberapa tips yang harus Anda lakukan ketika melakukan proses pemanenan jeruk:

  • Panen buah di pagi hari saat matahari belum begitu terik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas nutrisi buah agar tidak rusak.
  • Pemetikan yang benar dilakukan dengan cara memotong tangkai buah sekitar 2 mm. Hal ini berfungsi untuk menjaga agar tangkai tersebut tidak menggangu tangkai buah yang lain.
  • Gunakan wadah atau keranjang lunak untuk mengumpulkan buah yang telah dipanen. Letakkan buah secara perlahan-lahan dan jangan melempar buah sembarangan. Hal ini bertujuan untuk mencegah buah cepat membusuk, rusak, dan tidak segar lagi.

Menanam jeruk di dalam pot tidaklah susah asal kita mengetahui cara yang tepat untuk membidudidayakannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Selamat berkebun!

Baca Juga: Cara Budidaya Jambu Kristal di dalam Pot

Penulis: Novita Awalia Rahmah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.