cara membuat herbarium

Kamu sudah tahu belum cara membuat herbarium? yuk, lihat langkah-langkahnya di artikel berikut ini.

Herbarium merupakan koleksi beberapa specimen tumbuhan yang diawetkan dengan tujuan kepentingan ilmiah penelitian atau mendalami suatu spesies tertentu. Oleh karena itu, bagian – bagian tumbuhan yang digunakan ialah: daun, bunga, batang dan akar.

Tumbuhan yang dibuat sebagai specimen harus bebas dari penyakit, bukan bekas serangan hama serta tidak ada kerusakan fisik pada bagian tumbuhan.

Pemanfaatan herbarium sendiri sebenarnya telah berlangsung lama sejak tahun 1700 – an oleh Turnefor untuk mempelajari tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat.

Namun, sebelumnya di tahun 1490 – 1550 pemanfaatan teknik herbarium ternyata telah dilakukan oleh Prof. Luca Ghini dengan memanfaatkan kertas untuk mengeringkan tumbuhan di bawah tekanan lalu mencatat informasi ilmiahnya dalam sebuah koleksi.

Pemanfaatan herbarium sangat berarti dalam mendalami kajian tentang taksonomi tumbuhan dan beberapa perbandingan untuk ahli tanaman.

Tidak hanya itu saja, herbarium akan mendukung studi tentang ekologi, fitokimia, kromosom, dan kajian evolusi yang terjadi pada makhluk hidup.

Cara Membuat Herbarium

Menarik bukan sahabat? Lalu bagaimana cara membuat koleksinya sih? Berikut ini ulasan cara membuat koleksi herbarium.

Baca Juga: 5 Tips Menanam Bunga Vinca Gantung Bagi Pemula

Tentukan Objek Herbarium

Koleksi herbarium dilakukan melalui 2 metode yakni pengawetan dengan cara basah dan pengawetan dengan cara kering. Objek herbarium akan menentukan metode jenis mana yang akan digunakan dalam koleksi herbarium.

Pada umumnya, pengawetan basah akan seringkali dilakukan pada specimen yang sifatnya berair dan lembek seperti buah sedangkan untuk pengawetan kering akan sering dimanfaatkan untuk mengkoleksi bagian daun, batang, bunga, dan akar.

Koleksi herbarium pun seyogianya memperhatikan hal yang penting seperti: besaran populasi tanaman yang akan dikoleksi dari segi ekologi dan kelengkapan organ – organ tubuhnya, media koleksi, serta bahan pengawet yang akan digunakan untuk memperpanjang usia simpan herbarium yang akan dikoleksi.

cara membuat herbarium
https://optolov.ru

Persiapan Awal

Koleksi jenis tumbuhan yang akan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Herbarium yang baik ialah yang mengandung data yang cukup lengkap sehingga memudahkan dalam penelusuran kepada peneliti.

Pastikan untuk mengenal secara rinci bagian tumbuhan yang dibuat herbarium. Tumbuh – tumbuhan langka yang menjadi objek koleksi herbarium yang perlu mendapatkan perhatian yang serius, pasalnya tanaman ini sulit ditemukan di alam dan persediaannya terbatas.

Anda harus benar – benar berhati – hati untuk melakukan observasi pada beberapa jenis tanaman tersebut. Dari objek koleksi herbarium yang jelas akan lebih memudahkan dalam hal penyiapan beberapa bahan pengawet.

Pengawetan kering dapat dilakukan pada media lipatan kertas sedangkan pada pengawetan basah dapat menambahkan larutan formalin, alcohol, dan lain – lain untuk menambah usia simpan specimen.

Baca Juga: Ingin Menanam Bunga Lee Kuan Yew? Ikuti Cara Ini

Herbarium Basah

Herbarium basah dilakukan dengan mengawetkan tumbuhan dengan cara memasukkan bagian tumbuhan pada larutan yang mampu memperpanjang usia simpan suatu tumbuhan. Anda bisa memanfaatkan botol, stoples atau wadah kaca untuk lebih memudahkan.

Masukkan specimen tumbuhan yang akan diawetkan pada media yang telah disiapkan, pastikan untuk memperhatikan bagian – bagian tumbuhan lengkap sempurna.

Masukkan alcohol 70%, spiritus ataupun formalin 4% bergantung jenis tumbuhannya dan rendam menutupi seluruh bagian tumbuhan yang akan dikoleksi.

Tutup rapat media yang digunakan untuk menyimpan specimen tumbuhan, jangan biarkan ada celah udara sehingga tidak terjadi penguapan. Lengkapi data dan informasi terkait koleksi herbarium basah yang telah anda lakukan.

herbarium
http://jurusan.iain-tulungagung.ac.id

Herbarium Kering

Sesuai dengan namanya, herbarium kering dilakukan dengan memanfaatkan pengawetan kering. Metode pengeringan pun bermacam – macam, namun ini akan lebih mudah menentukannya bila mengetahui jenis specimen yang akan dikeringkan.

Metode pengeringan yang umumnya dilakukan terdiri atas:

  1. Pengeringan langsung; specimen diletakkan pada kertas koran lalu mengepresnya menjadi bagian yang pipih, kering dan kandungan airnya menjadi hilang. Specimen kemudian dikemas pada media dengan menyertakan bagian – bagian morfologi dan identifikasi tumbuhan.
  2. Pengawetan bertahap; dilakukan dengan menggunakan tahapan sehingga diperoleh hasil yang lebih maksimal. Specimen yang akan diawetkan terlebih dahulu dicelup ke dalam air mendidih selama 3 menit, kemudian dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran. Selanjutnya dipres dan dikeringkan dengan cara dijemur atau dengan menggunakan oven.
  3. Yakni dengan pengawetan bertingkat: dilakukan dengan menggunakan senyawa alcohol bertingkat untuk memperpanjang waktu penyimpanan. Specimen yang akan diawetkan dicelup pada alcohol bertingkat masing – masing 30%, 50 %, 75%, 90% dan 96 %. Hal ini untuk menghilangkan kandungan air pada specimen.

Selanjutnya specimen diletakkan pada kertas koran dibiarkan kering dipres kemudian dijemur atau dengan memanfaatkan oven.

Pastikan Anda telah melengkapi semua data yang diperlukan sebelum menyimpan spesiemen, hal ini karena sifat specimen yang sangat rapuh dan mudah rusak sehingga sulit untuk melakukan perbaikan di kemudian hari.


Menarik bukan sahabat? Nah, itu tadi cara membuat herbarium yang dapat kamu coba dirumah. Semoga artikel ini bermanfaat.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Ini Dia Cara Menanam Bunga Alamanda dengan Mudah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • Anonim. 2018. Mengenal Herbarium : Definisi, Manfaat, dan Cara Pembuatan. Diakses dari : https://sinauternak.com/mengenal-herbarium/
  • Anonim. 2018. Ap aitu Herbarium?. Diakses dari : https://pakanternak.fapet.ugm.ac.id/2018/01/13/apa-itu-herbarium/

Sumber gambar utama: eigenkreation-blog.de

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.