hutan mangrove

Mau pergi ketempat agrowisata sambil belajar? Hutan mangrove bisa menjadi salah satu pilihannya. Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya.

Hutan Mangrove

Mengenali Hutan Mangrove

hutan mangrove
pixabay.com

Baca juga: Beruang Madu, Agrowisata di Kota Balikpapan

Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan yang membentuk komunitas didaerah pasang surut, hutan mangrove atau bakau merupakan sebagian wilayah ekosistem pantai yang mempunyai karakter unik dan memiliki potensi kekayaan hayati.

Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terbesar dan memiliki kekayaan hayati yang paling banyak. Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara. Kekhasan ekosistem mangrove Indonesia adalah memiliki keragaman jenis yang yang tertinggi di dunia.

Terancamnya keberadaan hutan mangrove disebabkan adanya desakan kepentingan pengembangan kawasan industri, pemukiman dan budaya perikanan payau.

Peran serta masyarakat, pemerintah dan pendidikan sangat diperlukan. Potensi yang ada didalam ekosistem hutan mangrove sangat banyak yang dapat digali. Salah satu hal yang dapat dikembangkan yaitu merehabilitasi hutan mangrove melalui konsep pendidikan wisata pedidikan.

Baca juga: Perkebunan Teh Kayu Aro, Agrowisata yang Wajib Dikunjungi

Manfaat Hutan Mangrove

  1. Pemeliharaan keakeragaman fauna, hutan mangrove menyokong kehidupan hewan karena memberikan sumber makanan dan tempat untuk hidup.
  2. Tempat penyediakan sumber energi berupa zat – zat makanan hewan.
  3. Habitat penting bagi burung untuk bersarang.
  4. Pencegah Banjir.
  5. Mengurangi resiko bahaya tsunami

Wisata Alam Hutan Mangrove Angke Kapuk

hutan mangrove
kumparan.com

Hutan mangrove yang terletak di Jakarta Utara inimerupakan salah satu pilihan untuk beriwisata yang mengajarkan banyak hal.

Jakarta sebagai kota yang memiliki gedung-gedung pencakar langir pasti bisa membuat hati senang jika berwisata ke hutan mangrove.

Hal yang bisa didapatkan di hutan mangrove Angke Kapuk adalah berkemamah dengan tarif Rp 450 – 600 ribu permalam, terdapat kawasan kantin lesehan jika ingin membeli makanan.

Jembatan gantung dan pengamat burung menjadi objek yang menarik untuk berfoto, penanaman bibit mangrove yang mengajarkan agar tetap belajar untuk memberikan oksigen pada duia dan menjaga lingkungan.

Tempat-tempat bermain seperti bersepeda dan wisata air juga bisa ditemiukan disini agar wisata terasa menyenangkan.


Itulah informasi mengenai agrowisata hutan mangrove. Semoga informasinya bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Destinasi Agrowisata di Bali, Liburan Sembari Belajar

Penulis: Rini Itona

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.