banjir bandang

Mau tau informasi mengenai lahan pertanian yang rusak akibat bencana? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Simak ulasannya!

Bencana yang Merusak Lahan Pertanian

Penyebab Banjir Bandang dan Longsor

banjir bandang
cnnindonesia.com

Penggalian karena tambang emas liar ini menjadi penyebab banjir bandang dan longsor di enam kecamatan di Kabupaten Lebak.

Sehingga POLDA Banten menutup galian penambangan emas liar di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TN GHS).

Penutupan galian penambangan emas ilegal itu dipimpin Kepala Biro Operasi Polda Banten, dengan melibatkan seluruh unsur Polda Banten. Setelah ditutup, polisi memasang garis polisi sebagai tanda kawasan itu disegel untuk kepentingan penegakan hukum.

Baca juga: Banjir Jakarta Membuat Pemasok Sayuran Mengalami Kerugian Besar

Kerusakan Akibat Banjir Bandang dan Longsor

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten, merusak sejumlah bangunan dan fasilitas umum seperti rumah, sekolah, hingga jembatan.

Bencana ini juga merusak 489 hektare lahan pertanian masyarakat. Begitupun hewan ternak beserta kandangnya, ikut hanyut.

Ketiga lokasi penambangan ielgal itu berada di Blok Gunung Cidoyong, Gunung Cijulang dan Gunung Lebak Situ. Para penambang liar itu menyebabkan terjadi bencana banjir bandang dan longsor hingga ribuan warga terpaksa tinggal di pengungsian.

Hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, ada 489 rusak, 450 hektare yang benar-benar rusak. Kerbau, kambing pun terdampak (longsor dan banjir bandang).

Selain itu juga mengakibatkan 10 warga meninggal dunia dan ribuan rumah warga mengalami kerusakan berat. Selain itu juga mengakibatkan 30 jembatan rusak berat, 19 sekolah rusak berat dan 891 Hektare sawah rusak berat.

Harapan Korban Bencana

banjir bandang
cnnindonesia.com

Baca juga: Antisipasi Harga Cabai dan Bawang Akibat Banjir

Dinas Pertanian Lebak telah meminta bantuan kepada Kementerian Pertanian. Petani di Lebak butuh eskafator untuk membersihkan lahan pertanian mereka dari pasir, lumpur dan material longsor. Juga traktor untuk membajak sawah agar bisa segera ditanami.

Pemkab Lebak juga berharap ada bantuan pupuk, bibit padi dan tanaman lainnya. Lantaran ketersediaan pupuk dan bibit milik para petani telah habis dan tak lagi memiliki modal untuk menggarap lahan pertanian mereka usai terjadinya bencana.

Petani yang sudah menjadi peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) untuk segera mengurus klaim asuransinya.

Dengan mengurus klaim asuransi, petani atau peternak akan mendapatkan bibit padi hingga ganti rugi hewan ternaknya yang hanyut atau rusak akibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten

Dengan memprioritaskan ada zona merah yang rentan bencana alam, ada perlindungan awal dengan asuransi ternah dan sawah, dan masih di data apakah ada yang masih ikut asuransi.


Itulah informasi mengenai bencana yang melanda petani di Lebak. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Menelisik Hubungan Minyak Kelapa Sawit Dan Karhutla

Sumber: Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.