BJ Habibie

Indonesia saat ini masih dalam keadaan berduka karena kepergian Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) pada hari Rabu (11/09/2019) pukul 18.03 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta tempo hari.

Kepergian beliau masih menyisakan duka hingga pada hari ini. Namun, beliau juga merupakan seorang negarawan serta bapak teknologi terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia.

Sebagai “Bapak Teknologi Indonesia”, beliau banyak sekali menoreh prestasi yang diakui oleh dunia. Salah satu karya terbaik yang pernah dimilikinya adalah pesawat N-250 Gatotkaca dengan penerbangan perdana pada tahun 1995.

Baca Juga : Upaya Kementan Untuk Mencetak Eksportir Muda Milenial

Tidak hanya itu, beliau juga mampu mengendalikan angka rupiah hingga di bawah Rp 7.000 menjelang akhir masa pemerintahannya.

Meskipun demikian, ternyata darah pertanian sangat kental dengan BJ Habibie, lewat sang ayahanda, Alwi Abdul Jalil Habibie.

Mengenal Alwi Abdul Habibie Lebih Dekat

Seperti yang disebutkan di atas, beliau merupakan ayahanda dari BJ Habibie. Alwi Abdul Jalil Habibie merupakan asli dari Gorontalo. Beliau juga pernah bersekolah di Nederlandsch Indische Veeartsenschool di Buitenzorg (Bogor) atau yang lebih akrab disebut sebagai Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sang ayahanda memulai karir sebagai seorang konsultan pertanian di kota Parepare, Sulawesi Selatan. Saat itu julukan seorang konsultan pertanian adalah Adjunt Landbouw Consulen.

Binaan yang dilakukan oleh beliau merupakan bimbingan untuk menciptakan bibit unggul dari berbagai jenis tanaman yang dikembangkan.

Baca Juga : Pengaruh Swasembada Pangan Indonesia di Tangan Petani Muda

Kegigihan dan keberhasilan yang beliau raih dari Parepare membuat ia dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Akhirnya, ia menjadi Kepala Jawatan Pertanian di Makassar dan ditugaskan di daerah yang meliputi Indonesia Timur.

Sementara itu, BJ “Rudy” Habibie saat itu baru menginjak umur belasan tahun. Di samping itu, sang ayahanda justru melihat ketertarikan sang anak serta memotivasinya untuk menjadi seorang teknokrat.

Namun, pada 13 September 1950 silam, sang ayahanda berpulang ke Yang Maha Kuasa. Ia meninggal karena serangan jantung saat ia melakukan sujud dan berpesan pada sang istri untuk melanjutkan studi sang anak setinggi-tingginya. Ia juga berpesan kepada sang istri agar memindahkan keluarganya ke Jawa.

Dari situ, Rudy dibawa ke Jawa untuk disekolahkan di sana. Setelah lulus dari Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung), ia melanjutkan studinya kembali ke Rhenisch Wesfalische Tehnisce Hoscule (RWTH), Aachen, Jerman Barat.

Pesan Sang Ayahanda Kepada BJ Habibie

Tidak hanya berpesan untuk membawa Rudy melanjutkan studinya, sang ayahanda juga berpesan kepada Rudy, “Rudy, kamu harus menjadi mata air, kalau kamu baik pasti di sekitarmu akan baik, tapi kalau kamu kotor pasti di sekelilingmu akan mati. Ada banyak sekali orang di muka bumi ini, banyak sekali ragamnya. Jangan sampai kamu lukai mereka. Itu intinya “.

Baca Juga : 5 Prinsip Sukses Petani Muda yang Wajib Kamu Ketahui

Bagaimana jadinya jika Habibie tidak kembali ke Indonesia tanpa keteguhan hati maupun kecintaanya terhadap Indonesia, maka pesawat N-250 Gatotkaca mungkin tidak akan pernah ada.

“N-250 adalah hadiah saya untuk ulang tahun Indonesia yang ke-50 waktu itu. Anak muda Indonesia sekarang harus lebih hebat dari Habibie, karena segala fasilitas untuk berinovasi saat ini sangat lengkap,” ujar Habibie.

Ide pertama Habibie untuk menciptakan kapal terbang, terinspirasi saat beliau melakukan perjalanan dari Makassar ke Jakarta dengan menggunakan kapal laut. Ia membutuhkan lima hari perjalanan. Fenomena tersebut yang mendorong beliau untuk berpikir bagaimana untuk menciptakan pesawat terbang.

Meskipun beliau sudah berpulang ke Yang Maha Kuasa kemarin, beliau menjadi panutan bangsa Indonesia sebagai putera terbaik Bangsa.


Nah itu ulasan sedikit tentang BJ Habibie yang ayahandanya sudah dekat dengan pertanian. Bagaimana menurut kamu?

.

Baca Juga : Meningkatkan Produktivitas Petani Lewat Teknologi, Bisakah?

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.