Dampak Covid-19 Bagi Industri Bunga Belanda dan Afrika

Mau tau informasi mengenai dampak bagi petani industri bunga? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengeai hal tersebut. Simak ulasannya!

Industri Bunga

Dampak Corona Bagi Industri Bunga Belanda

industri bunga
kumparan.com

Baca juga: Pemerintah Akan Menerapkan Tes Corona Massal

Seluruh penjuru dunia dihadapkan dengan virus corona yang sangat berdampak bagi perokonomian di setiap negara. Wabah ini sangat dikhawatirkan karena penyebarannya yang begitu pesat dalam waktu beberapa bulan terakhir.

Belanda adalah salah satu yang mengalami damapk virus corona ini yang sangat berdampak pada industri bunganya.

Apalagi bunga yang berasal dari Belanda sangat dikenal dengan berbagai manfaat bagi kesehatan dan sudah diekspor ke berbagai belahan dunia.

Akibatnya, koperasi petani Belanda merilis 85 persen omzet dari penjualan bunga telah hilang dan dianggap sebagai bencana bagi warganya.

Koperasi petani yang memperdagangkan sekitar 12 miliar tanaman dan bunga setiap tahun ini menunjukkan, pandemi corona telah memukul dengan keras industri bunga Belanda.

Ekspor tahun lalu bernilai lebih dari 6 miliar euro dengan memiliki 44 persen pangsa perdagangan dunia dalam produk florikultura dan menyumbang 77 persen dari bibit bunga yang dijual di seluruh dunia.

Beberapa petani Belanda telah memberikan tulip kepada pekerja kesehatan sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan mereka.

Kondisi itu pun terjadi ketika bunga-bunga yang seharusnya menghiasi lapangan Santo Petrus di Vatikan selama Paskah batal dikirim.

Di fasilitas lelang Royal Flora Holland di Aalsmeer dekat Amsterdam yang biasanya berisi barisan rak bunga, malah terlihat kosong.

Pekerja mengendarai troli listrik menggeser kotak-kotak bunga, tetapi itu hanya sebagian kecil dari jumlah biasa yang diperdagangkan.

Koperasi yang memiliki omzet tahun lalu sebesar 4,7 miliar euro itu meminta pemasok untuk mengirim hanya sekitar 25 persen dari jumlah bunga yang biasa dilelang.

Keputusan itu untuk mencegah bunga yang tidak terjual masuk ke mesin penghancur kertas.

Petani bunga Frans van der Slot mencoba menyimpan tulip hasil kebunnya di mesin pendingin selama mungkin dalam upaya untuk keluar dari keterpurukan.

Dia berharap penjualan akan pulih sekitar Paskah pada 12 April, tetapi jika tidak ada pembelian, dia harus membuang sebagian besar panennya.

Dampak Corona Bagi Industri Bunga Afrika

industri bunga
kumparan.com

Baca juga: Melonjaknya Permintaan Jamu Corona di Pasaran

Kejadian serupa melanda Eropa dan negara-negara Afrika, seperti Kenya dan Ethiopia yang telah mengembangkan industri bunga yang signifikan.

Kenya yang memiliki pertanian dan penelitian Bunga Maridadi terlihat sepi dengan 120 karyawan berdiam diri di rumah.

Beberapa staf masih bertahan memotong mawar dan memuatnya ke gerobak yang didorong ke tempat pembuangan di mana 230.000 hingga 250.000 bunga setiap harinya menumpuk.

Pemilik pertanian, Jack Kneppers, mengatakan sekitar 80 persen dari 720 stafnya sekarang ada di rumah.

Dia mempertahankan beberapa staf untuk memelihara tanaman di pertanian dekat pantai Danau Naivasha, 90 kilometer utara ibukota, Nairobi. Sebanyak 230 ribu hingga 250 ribu bunga terpaksa dibuang setiap harinya.

Pemilik pertanian, Jack Kneppers, mengatakan sekitar 80 persen dari 720 stafnya sekarang ada di rumah.

Ini menyebabkan kehabisan dalam biaya berkisar setengah juta dolar sebulan untuk mempertahankan perusahaan. Petani Kenya menjual sekitar 70 persen dari produk bunga ke Eropa.

Jika ini berlanjut lebih lama kita harus mulai merumahkan orang karena kita tidak mampu membayar.

Kondisi kegagalan penjualan terhadap bunga-bunga ini akibat dari penyebaran virus corona yang sangat cepat dan besar di sana.

Salah satu pekerja Kneppers, Carol Gikundi, seorang ibu tunggal dengan tiga anak yang juga merawat ibunya, merasa khawatir dengan kondisi terpuruknya industri bunga.

Ditambah lagi ada beberapa karyawan yang harus dipekerjakan karna sebagai penopang hidup keluarganya.


Itulah informasi mengenai dampak virus corona bagi petani bunga. Semoga informasi yang diberikan dapat bermnafaat ya sobat PTD!

Baca juga: Peluang Petani Garut Di Tengah Wabah Corona

Sumber: Republika.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.