jagung

Mau tau informasi mengenai jagung pelangi dari Cianjur? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Jagung Pelangi di Cianjur

Ide Menanam Jagung Pelangi

jagung
travel.tempo.co

Baca juga: Kesepakatan Perkuat Kerjasama Bidang Pertanian dengan Italia

Jagung tidak selalu identik dengan bulir berwarna kuning. Di tangan Luki Lukmanulhakim, jagung bisa berubah warna seperti pelangi.

Bulir jagung dapat menjadi kombinasi warna yang sangat cantik dan mebarik yaitu warna merah, unguh, hitam, dan putih yang memberikan sensasi kejutan ketika hendak mengupasnya.

Luki Lukmanulhakim, petani asal Kampung Lebak Saat, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ini sukses membudidayakan jagung warna-warni di atas lahan seluas 3 hektare.

Jagung yang dikenal dengan istilah glass gem corn rainbow itu memiliki kandungan gizi yang tinggi dan baik bagi kesehatan dibanding jagung biasa.

Penanaman jagung warna-warni ini diawali dengan mendapatkan referensi yang menjelaskan kandungan warna yang ada pada jagung tersebut sangat baik untuk kesehatan.

Selain itu, Luki senang mengoleksi plasma nutfah dari berbagai tanaman, sehingga Luki membeli benih dari sebuah toko online untuk dilakukan persilangan.

Hasilnya saat panen ternyata bisa menghasikan 12 variasi warna baru, ada yang kuning corak hitam, ada yang bercorak seperti batik, bahkan ada yang di satu tongkol semua warna ada.

Tak ada perlakuan khusus saat menanam dan memeliharanya. Merawatnya juga lebih mudah dan memiliki masa tanam yang pendek. Jagung biasanya dipanen sekitar 120 hari atau 3 sampai 4 bulan tetapi jagung pelangi bisa panen setiap dua bulan.

Manfaat Jagung Pelangi

jagung
pixabay.com

Baca juga: Ungkapan Mentan Terhadap Harga Kopi Blawan Sebesar 450ribu/kg di Berlin

Jagung pelangi juga mengandung karbohidrat, gula, protein, serat dan vitamin C. Jagung ini memiliki khasiat yang lebih baik dari biasanya, kandungan gula lebih rendah serta bisa meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh.

Namun, segi rasa jagung pelangi tidak seenak jagung manis. Adapun jagung berwarna hitam rasanya lebih hambar dan lebih padat, sedangkan jagung yang warnanya lebih terang biasanya masih lebih enak, selain itu Jagung pelangi memiliki tekstur yang lebih pulen dan agak anyep di lidah.

Untuk harganya, jika jagung biasa di tingkat petani dijual sekitar Rp 2.000 per kilogram, maka jagung pelangi bisa mencapai Rp 9.000 per kilogram. Apalagi kalau dijual dalam bentuk bibit atau benih, harganya Rp 500 per butir.

Jagung Pelangi kini sudah banyak permintaan seperti ke restoran di Bali yang baru dukirim 300 kg, namun karena masih sedang pengembangan jadi belum bisa dipenuhi secara kontinyu.

Kebun Jagung petani pun sudah berubah menjadi salah satu destinasi di Cianjur yang menarik masyarakat atas keunikan jagung tersebut.

Pengunjung yang datang dengan berbagai kalangan seperti dari instansi pemerintah, mahasiswa, guru, petani, pengusaha yang ingin ngajak kerja sama juga ada.

Kalau masyarakat yang datang ke sini kebanyakan hanya ingin sekedar menghilangkan rasa penasaran saja, benar nggak katanya di sini ada jagung pelangi.


Itulah informasi mengenai jagung pelangi dari Cianjur. Seomoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Persedian Gula Menipis, Apakah Harus Impor Gula ?

Sumber: Kompas.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.