kopi cimbang

Hai para sobat PTD, kalian sudah pernah dengar belum kopi cimbang? Nah, biar lebih jelas lagi, yuk simak artikel berikut ini.

Kopi Cimbang Sinabung memiliki rasa yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Pak Imam Syukri Syah Tarigan adalah seorang petani kopi yang sukses.

Beliau bukan hanya seorang petani tetapi Beliau juga memiliki café, dan tempat tersebut memiliki suasana yang mendukung untuk menikmati secangkir kopi yang nikmat, juga pemandangan yang indah yaitu Gunung Sinabung.

Baca Juga: Banyuwangi Kembangkan Destinasi Kreatif Berbasis Kopi

Jarak café dari Gunung Sinabung radius 8 km. Bapak ini memproses biji kopi dengan melewati beberapa proses dan hasil biji yang telah diproses memiliki berbagai cita rasa dan menghasilkan kualitas yang bagus.

Awal terciptanya nama “Kopi Cimbang Sinabung” karena Pak Imam sendiri mengetahui bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui letak Desa Cimbang. Desa Cimbang sendiri merupakan tempat tinggal Pak Imam.

kopi cimbang sinabung

Dari situlah Pak Imam memiliki ide untuk mengenalkan Desa Cimbang melalui Kopi Cimbang yang terletak di bawah kaki Gunung Sinabung.

Kopi Cimbang Sinabung sendiri memiliki varietas kopi jenis Arabica. Ciri khas kopi jenis Arabica ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu biji kopinya lebih panjang, tidak begitu pahit namun tingkat keasamannya lebih tinggi.

Kandungan kafeinnya juga tidak begitu tinggi. Kopi yang dihasilkan oleh Kopi Cimbang Sinabung sendiri termasuk ke dalam varietas Arabica Sigararutang. Kopi Cimbang Sinabung ini juga memiliki varietas yang lain yaitu p88, Ateng Super, Yellow Catura dan lain sebagainya.

Café milik Pak Imam juga menyediakan Americano (boleh ditambahkan Latte Art ataupun Hazelnut), Coffee Mochaccino dan masih banyak lagi.

Sambil menikmati secangkir kopi yang harum, bisa sambil menikmati cemilan yang disediakan mulai dari pempek, dim sum, roti dan donut yang khas dan harganya terjangkau, tidak perlu takut untuk menghabiskan banyak uang.

kopi cimbang

Baca Juga: 6 Jenis Kopi yang Berhasil Menembus Pasar Internasional

Untuk mencapai kesuksesan ini, tentu pasti banyak tantangan yang sudah dihadapin oleh Beliau. Salah satunya gagalnya panen akibat terjadinya letusan Gunung Sinabung.

Walaupun begitu, masyarakat Tanah Karo tetap tidak bisa untuk tidak bertani. Walaupun sudah berulang kali dilarang karena bahayanya letusan gunung sinabung, sebagian masyarakat tetap berisikeras untuk datang melihat tanaman dan hewan di desa mereka.

Nyatanya masyarakat tidak dapat menyelamatkan hasil panen yang sudah terkena abu vulkanik dan panas yang terus hadir.

Hingga akhirnya masyarakat Tanah Karo mulai mencari tanaman yang dapat bertahan dari abu Sinabung. Kopi menjadi pilihan masyarakat Tanah Karo sebagai salah satu tumpuan hidup. Begitu juga dengan Pak Imam yang memilih menjadi seorang petani kopi yang sukses hingga saat ini.

Beliau berkesempatan mengikuti program pemberdayaan kopi dari BNPB. Hal itu, dilakukan sambil mengisi waktu luang selama diposko pengungsian.

Beliau mengaku bahwa pada saat itu bagi yang mengikuti program tersebut maka akan mendapat dana sebagai pengganti transportasi. Beliau serta kelompok lainnya akhirnya memutuskan untuk mengikuti program tersebut karena faktor keuangan yang lumayan.

Hasil dari pelatihan program setelah 3 bulan yang telah diikuti oleh Bapak Imam akhirnya membuahkan hasil. Beliau beserta kelompoknya berani untuk mengekspor contoh dari biji kopi yang sudah melewati proses pengeringan kepada temannya yang berada dikampung dengan label Kopi Bubuk Cimbang Sinabung.

Hingga pak Imam ini mendapat kesempatan yang sangat berharga untuk mengikuti berbagai kompetisi kopi dan biji kopi yang diproduksi oleh Pak Imam sendiri, sudah terkenal di 8 negara yaitu Brazil, Vietnam, India, Italia, Sydney, Belanda, Hamburg, dan Taiwan.

Pak Imam mempunyai prinsip “Petani harus bisa menjaga kualitas hasil panen untuk standard pangan serta harus bisa mengenali karakter kopinya dan biarkan kopi yang berbicara. Karena kita sebagai manusia tidak bisa selalu mendeskripsikan rasa kopi”.

Beliau juga berkata untuk para petani muda “Walaupun masih muda tidak usah takut untuk menjadi seorang petani, dan juga jangan berpatok dengan ijazah, karena petani sebenarnya kaya”.

Bagi kalian yang sudah bosan dengan suasana café yang berada di Kota Medan, sesekali berkunjung ke café Kopi Cimbang Sinabung, Kecamatan Paying, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Ayuk para petani jangan mudah untuk patah semangat, karena hidup ini banyak sekali tantangan untuk menuju kesuksesan.


Nah, bagaimana sobat PTD tertarik untuk mencoba cita rasa dari kopi cimbang? Semoga bermanfaat.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Ungkapan Mentan Terhadap Harga Kopi Blawan Sebesar 450ribu/kg di Berlin

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.