Panduan Lengkap Budidaya Bayam Cabut Yang Benar

Bayam merupakan salah satu sayuran yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tanaman dengan nama ilmiah (Amaranthus spp. L) ini tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia, kabarnya tanaman ini berasal dari Amerika. Bayam merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan. Bayam diperbanyak dengan biji yang secara umum langsung ditebar tanpa disemai. Bayam merupakan tanaman yang adaptif dan tidak memiliki syarat tumbuh tertentu serta dapat tumbuh di lingkungan dengan berbagai macam kondisi serta jenis tanah. Selain itu, bayam juga tidak mengenal musim dan dapat ditanam sepanjang tahun. Bayam membutuhkan sinar matahari penuh dan pH tanah netral, serta dapat tumbuh dengan baik sampai ketinggian 1000 mdpl.

bayam

Sumber : kampustani.com

Bayam mengandung banyak vitamin dan mineral antara lain vitamin A vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin K dan vitamin E. Sementara untuk mineral-mineral utama yang dikandung bayam antara lain zat besi, magnesium, asam folat, kalsium, potasium dan sodium. Selain itu, bayam juga mengandung banyak serat, sedikit kalori dan lemak sehingga cocok untuk program diet. Bayam juga mengandung antioksidan.

BACA JUGA: 5 Tips Mudah Menanam Bayam Hidroponik

Nah, setelah mengetahui kandungan-kandungan bayam tersebut dan jika Anda tertarik membudidayakannya, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan :

Persiapan Lahan untuk Bayam Cabut

Tentunya tanah harus diolah dan digemburkan terlebih dahulu. Lalu buat bedengan dengan lebar satu meter serta panjang dan tinggi bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, pastikan bahwa tanaman tidak akan terendam saat musim hujan. Kemudian, taburkan pupuk dasar dengan merata di atas bedengan saat pembuatan bedengan telah selesai. Pupuk dasar yang digunakan akan pupuk kandang dengan dosis 2 kg/10 m2. Dapat juga Anda tambahkan pupuk kimia TLC, KCL, dan ZA dengan perbandingan 1 : 1 : 1 dengan dosis 1 kg/m2. Setelah pupuk ditaburkan, aduk dan ratakan pupuk di atas bedengan. Kemudian biarkan selama 7-10 hari sebelum ditanami.

budidaya bayam

Sumber : alamtani.com

Persiapan Benih Bayam Cabut

Benih dapat dibeli di toko sarana produksi tani, terdapat banyak bayam unggul dengan berbagai jenis dan merk. Selain itu, benih bayam dapat didapatkan dari tanaman bayam sebelumnya. Pilihlah jenis bayam yang paling disukai di daerah Anda. Untuk kebutuhan benih bayam antara 0,5 sampai 1 gram/m2.

Cara Menanam Benih Bayam Cabut

1. Benih ditabur di larikan

Bedengan dibiarkan selama 7-10 hari setelah pemberian pupuk dasar disiram sampai basah kemudian buat larikan pada bedengan dengan jarak 10-15 cm. Kemudian, tabur benih pda larikan tersebut. Larikan ini berfungsi untuk mengatur jarak tanam antar tanaman agar tidak berhimpit.

2. Benih ditabur langsung

Cara selanjutnya adalah dengan menaburkan langsung benih pada bedengan. Tebarkan benih bayam dengan rata di atas bedengan. Untuk menghindari jarak tanam yanng terlalu rapat, campurkan benih bayam dengan dedak atau kompos dan campur dengan merata terlebih dahulu. Semprotkan insektisida dengan merata pada bedengan untuk menghindari gangguan hama dan semut. Penyemprotan dilakuakn secepatnya setelah benih ditebarkan.

BACA JUGA: Yuk, Budidaya Bayam Merah di Rumah dengan Cara Ini

Pemeliharaan dan Perawatan Budidaya Bayam Cabut

1. Penyiraman

Penyiraman dilakukan dua kali sehari di pagi dan sore atau disesuaikan dengan kondisi tanah. Pastikan tanah selalu lembab terlebih saat sebelum benih berkecambah.

2. Penyiangan

Penyiangan merupakan pembersihan areal lahan dari gulma atau rumput. Cabutlah rumput yang ada di sekitar tanaman karena keberadaan gulma akan mengganggu pertumbuhan tanaman utama.

3. Pemupukan Susulan

Pupuk susulan perlu diberikan agar tanaman bayam tumbuh dengan subur. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang diayak terlebih dahulu. Penaburan pupuk susulan dilakukan pada sore hari saat daun kering agar pupuk tidak menempel di daun. Dapat juga menggunakan pupu urea dengan melarutkan segenggam pupuk urea dengan 20 liter air lalu disiramkan ke tanaman. Pemberian pupuk susulan dapat dilakukan seminggu sekali atau menyesuaikan kondisi tanah.

BACA JUGA: Sekilas Ragam 10 Tanaman Cepat Panen

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang biasa ditemui pada bayam cabut adalah oteng-oteng, ulat, belalang, ulat dan penggerek daun. Untuk mengendalikannya, Anda dapat menyemprotnya dengan insektisida seperti matafor, regent, santoat dan metindo. Penyemprotan dilakukan seperlunya. Sedangkan untuk penyakit yang biasa menyerang bayam adalah rebah semai. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan drainase yang baik, menjaga kebersihan areal pertanaman dan menjaga agar tanaman tidak selalu lembab. Jika kondisi semakin buruk dan terpaksa, semprotkan fungisida cozeb, antracol dan bion M.

Pemanenan

Bayam cabut dapat dipanen saat berumur 20-25 hari setelah benih ditabur. Cara pemanenan bayam cabut, sama sperti namanya itu dengan dicabut sampai ke akarnya. Bayam yang dipanen adalah yang tingginya 20 cm, sementara untuk yang masih kecil dibiarkan sampai mencapai tinggi minimum kemudian dipanen kembali. Setelah dipanen, bayam diikat dengan ukuran yang disesuaikan dengan permintaan pasar. Cuci bayam hingga bersih sebelum dijual untuk menghilangkan sisa tanah yang menempel pada bayam.


Nah, itulah artikel mengenai budidaya ayam cabut yang benar. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru lainnya? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.