Berikut Beberapa Fakta Menarik Dari Kopi Arabika

Berikut informasi dari Pak Tani Digital fakta menarik kopi arabika.

Kopi Arabika

Sejarah Kopi Arabika

pixabay.com

Baca Juga : Mengenal Kandungan dan Manfaat Beras Shirataki Bagi Tubuh

Kopi arabika dihasilkan dari tanaman Coffea arabica. Tanaman ini dipercaya berasal dari daerah Etiopia kemudian dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman.

Bangsa Arab mulai mempopulerkan ekstrak biji kopi arabika yang diseduh dengan air panas sebagai minuman penyegar.

Di abad ke-15 popularitas minuman kopi mulai menyebar ke Eropa.

Awalnya orang-orang Eropa membeli kopi dari para pedagang Arab.

Kemudian mereka berhasil membudidayakan tanaman tersebut di Asia dan Amerika.

Sejak itu kopi menjadi komoditas yang sangat populer di seluruh dunia. Bahkan sempat menjadi komoditas kedua terbesar yang diperdagangkan secara global setelah minyak bumi.

Nama ilmiah kopi arabika adalah Coffea arabica, Kopi arabika memiliki banyak kultivar, galur dan klon. Kebanyakan jenis yang ada saat ini bersumber dari kultivar Typica dan Bourbon yang dibawa dari Yaman.

Kultivar Typica memiliki buah lebih besar, namun produktivitasnya lebih rendah. Sedangkan kultivar Bourbon memiliki daun yang lebih lebar, buah lebih membulat dan batang yang tegak.

Fakta Menarik Kopi Arabika

pixabay.com

Baca Juga : Manfaat Bawang Putih Tunggal Bagi Tubuh

Cukup Sulit di Tanam

Kopi Arabika rentan terhadap hama dan cuaca. Karena itu, kopi yang awalnya hanya tumbuh di Etiopia dan semenanjung Arab ini memerlukan perawatan lebih.

Seperti keharusan memangkas ranting atau batangnya yang sudah tidak produktif dan terkena hama secara rutin.

Di Indonesia sendiri Arabika hanya bisa tumbuh di dataran yang memiliki ketinggian 6000-2000 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Tak mengherankan Arabika di wilayah pegunungan dan dataran tinggi, misalnya di Gayo (Aceh), Mandailing (Sumatera Utara), Kintamani (Bali) dan Toraja (Sulawesi Selatan).

Memiliki Sejarah yang Kaya

Umum diketahui oleh khalayak umum kopi Arabika berasal dari semenanjung Arab, lebih tepatnya Yaman. Meski demikian, menurut buku Organic Coffee (2006) karya Maria Elena Martinez-Torres sebetulnya kopi ini berasal dari Etiopia.

Disebarkan dalam jalur perdangangan yang terjadi antara saudagar dari Afrika, Arab, dan India, kopi ini menyebar hingga Nusantara.

Momentum kopi Arabika di Indonesia adalah menjadi komoditas utama dunia dan sangat terkenal di Eropa pada abad ke-1.

Karena saat itu, Arabika banyak dibudidayakan di Jawa, kopi Arabika asal Indonesia dikenal dengan a cup of java, atau “Secangkir Jawa”.

First Choice dalam Industri Kopi

Dalam industri kopi dikenal istilah specialty coffee yaitu kopi spesial dengan cita rasa istimewa.

Kopi dalam kategori ini didapatkan langsung dari petani kopi, biasanya masih berupa green bean pilihan yang masih utuh, tanpa lobang, tanpa jamur, berwarna bersih dan cerah, dan memiliki bau yang harum.

Bisa dikatakan specialty coffee  merupakan level tertinggi kopi berkualitas. Harganya? Memang cukup mahal tapi sangat sepadan dengan kenikmatan yang ditawarkannya.

Dan sebagian besar subvarian kopi Arabika yang berada di Indonesia termasuk specialty coffee, di antaranya Kopi Luwak dari Lampung dan Bali, Kopi Gunung Puntang (Bandung) Kopi Gayo (Aceh), Kopi Mandailing (Sumatera Utara), Kopi Bajawa (Flores), dan Kopi Toraja (Sulawesi).


Itulah informasi mengenai fakta menarik kopi arabika. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca Juga : Penyebab Indonesia Kesulitan Ekspor Sayuran

Sumber : Kompas.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.