Menanam Seledri

Seledri adalah salah satu sayuran yang umumnya dimanfaatkan sebagai bumbu. Di Indonesia, seledri sering dimanfaatkan sebagai pelengkap sup, soto dan bakso. Sementara di Asia Timur seperti, China, Jepang dan Korea, seledri dimanfaatkan sebagai sayuran, sedangkan di Eropa, semua bagian seledri baik itu daun, batang dan bonggolnya dimanfaatkan.

Selain itu, seledri juga dikenal memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan sehingga seledri juga sering dimanfaatkan sebagai obat herbal. Seledri dikenal sebagai sayuran antihipertensi, bermanfaat sebagai peluruh (antidiuretika), antirematik serta dipercaya dapat menambah nafsu makan. Untuk bagian umbinya memiliki khasiat yang sama seperti khasiat daun dan batangnya, namun umbi seledri juga berkhasiat sebagai afrodiasika atau meningkatkan gairah seksual.

Baca juga : Langkah-Langkah Budidaya Bawang Bombay dari Rumah

Seledri juga mempunyai aroma yang khas yang berasal dari kandungan minyak atsirinya. Harga seledri relatif murah dan sangat mudah ditemukan di pasaran. Karena sudah memiliki pangsa pasar, tidak susah untuk memasarkan seledri.

Selain itu seledri juga mudah ditanam, jadi daripada Anda selalu membeli, mengapa tidak mencoba membudidayakannya sendiri saja? Jika Anda tertarik, berikut ini adalah cara mudah menanam seledri dengan batang yang dapat Anda praktekkan :

1. Menyiapkan Bibit Tanaman

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menanam seledri tentunya adalah menyiapkan bibit seledri yang akan ditanam. Sangat mudah untuk mendapatkan bibitnya, Anda dapat mendapatkannya dengan membeli seledri cabut yang masih berakar dan masih segar. Setelah mendapatkan bibit, lanjutkan dengan langkah berikut ini :

  1. Pisahkan anakan seledri terlebih dahulu agar didapatkan tanaman indukan yang banyak, kemudian bersihkan bonggol tanaman yang kotor.
  2. Potong batang seledri yang tua, namun jangan dibuang agar dapat Anda gunakan untuk memasak.
  3. Sisakan tunas yang muda dengan hati-hati agar tidak merusak akar.
  4. Kemudian isikan air ke dalam gelas air mineral.
  5. Tusuklah bagian bonggol dengan tusuk gigi atau lidi yang bersih di empat penjuru bagian, setelah itu masukkan bibit tersebut ke dalam air mineral sehingga akar dan sebagian bonggol terendam dan tunasnya berada di permukaan gelas.
  6. Tambahkan pupuk daun dan larutan nutrisi ke dalam media air di dalam gelas.
  7. Anda dapat memindahkannya ke media tanam saat tunas muda tumbuh 2-3 buah.

 

(sumber :Allrecipes.com)

Baca juga : 5 Tips Menanam Jeruk Madu di Pekarangan Rumah

2. Persiapan Media Tanam

Sebelum melakukan penanaman, tentunya Anda harus menyiapkan media tanam terlebih dahulu, dan berikut adalah langkah persiapannya :

  1. Media yang digunakan adalah tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandigan 1 : 1 :1, kemudian ayak dan ambil bagian halusnya saja setelah itu campur hingga merata.
  2. Kemudian masukkan media ke dalam pot, Anda dapat menggunakan pot plastik dengan diameter 25-35 cm.
  3. Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah pot agar air tidak menggenang.
  4. Setelah itu media dibiarkan selama satu minggu sebelum dapat ditanami.

Baca juga : 5 5 Langkah Mudah Tanam Anggur di Pekarangan Rumah

3. Penanaman

Langkah selanjutnya setelah bibit siap adalah penanaman. Untuk waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan cara sebagai berikut :

  1. Buat lubang tanam pada media dengan disesuaikan kedalaman lubang tanam dengan tinggi tanaman dan panjang akar.
  2. Lakukan penanaman dengan memasukkan bibit ke lubang tanam dan pastikan tanaman kokoh agar tidak mudah roboh terlebih lagi saat masa awal pemindahan.
  3. Usahakan permukaan bonggol seledri tidak semuanya tertutup media.
  4. Siram sampai jenuh dan air keluar dari bagian lubang pot tanaman.
  5. Di awal masa tanam, letakkan pot di tempat yang teduh kemudian Anda dapat mengeluarkannya ke tempat yang terpapar sinar matahari penuh saat tanaman sudah semakin tua.

Baca juga : Yuk, Budidaya Bayam Merah di Rumah dengan Cara Ini

4. Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan tanaman seledri relatif mudah, yaitu dengan disiram sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tanaman tidak perlu disiram saat media masih basah dan lembab. Sementara untuk pemupukannya, cukup tambahkan pupuk kandang pada media atau Anda dapat menambahkan pupuk organik lainnya yang mengandung nitrogen tinggi.

Untuk pengendalian hama dan penyakita dilakukan secara mekanik yaitu dengan membuang bagian tanaman yang terserang agar tidak menular ke bagian lainnya. Selain itu, pastikan juga Anda menghindari penggunaan pestisida kimia karena residunya sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Baca juga : Panduan Mudah Budidaya Nanas di Rumah

5. Pemanenan

Seledri dapat dipanen saat berumur 60-70 HST jika tanamna sudah mencapai tinggi 20-30 cm. Lakukan panen pada pagi hari atau sore hari agar seledri tidak layu. Jika seledri ini untuk konsumsi sendiri, sebaiknya saat melakukan pemanenan dipotong bagian batangnya saja dan bagian bonggolnya disisakan. Pemotongan ini bertujuan untuk merangsang pembentukan tunas baru sehingga Anda tidak perlu lagi menanam ulang. Namun jika pemanenan dilakukan untuk dijual, maka pemanenan dilakukan dengan dicabut, kemudian bersihkan bagian akarnya, serta buang bagian daun dan batang yag rusak atau jelek.

Demikian cara menanam seledri dari batang untuk skala rumahan, selamat mencoba dan semoga berhasil.

Baca juga : 7 Langkah Menanam Hidroponik Sederhana di Pekarangan Rumah

______

Sumber :
-Foto : Pixabay

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.